HEBOH! Wedding Organizer Kamuya di Mojokerto Tipu 29 Klien Bawa Kabur Uang Sampai Rp 700 Juta, Buat Bayar Utang?
--
MITRA AUTO - Berikut informasi mengenai WO Kamuya Mojokerto yang lakukan penipuan pada 29 klien. Simak informasi di bawah ini untuk tahu lengkapnya!
Jagat raya media sosial tidak pernah kehabisan topik panas untuk diperbincangkan. Kali ini publik dihebohkan dengan penipuan yang terjadi pada 29 klien di Mojokerto. Penipuan ini dilakukan oleh Wedding Organizer Kamuya yang membawa uang sampai 700 juta.
Sejumlah korban bahkan mendatangi kediaman pemilik usaha di kawasan Suromulang, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada Kamis, 2 April 2026. Kedatangan mereka turut didampingi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, serta Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi.
Modus Promo Murah WO Kamuya Mojokerto
Salah satu korban penipuan, Nia, membeberkan bahwa dirinya terjebak saat mendatangi sebuah pameran pernikahan di mal Surabaya. Menurutnya, saat itu pelaku sangat pintar melakukan marketing dan memainkan pskilogi kliennya dengan memberikan tekanan waktu.
"Waktu itu ada pameran, kami test food dan rasanya enak. Karena banyak vendor lain di sana, kami merasa yakin," ungkap Nia kepada Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Baca Manhwa The Problematic Prince Chapter 134 Indonesia Scan, RAW! Tak Ada Pengampunan
Kamuya melakukan modus dengan menghasut klien untuk mendapatkan "Promo Pameran". Dalam hal ini, korban diwajibkan membayar uang muka (DP) sebesar 30 persen di tempat. Langkahnya masih berlanjut saat pelaku menawarkan bonus tambahan bagi klien yang melakukan pelunasan pada Oktober 2025. Tergiur janji tersebut, Nia melunasi seluruh pembayaran hingga total Rp 17.550.000.
Pihak Kamuya, PA, secara mendadak menghubungi klien di H-3 acara pernikahan dan menyatakan tidak bisa beroperasi karena kehabisan dana.
"Pola dan modusnya sama. Mirip kasus-kasus cessie yang kemarin, ujung-ujungnya pelaku enggak bisa mengembalikan, terus bilangnya enggak masalah diusut hukum," tegas Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Seorang korban lain asal Lidah Wetan, Widya, mengaku merugi Rp 52 juta. Ia bahkan harus merogoh kocek tambahan di saat terakhir agar pesta tetap berjalan.