Tuesday 7th of April 2026

Zidan Rap Tuai Perhatian dengan Gaya Rambut Cornrow Saat Ijab Kabul, Ini Dia Sejarah Rambut Cornrow dan Budayanya

Zidan Rap Tuai Perhatian dengan Gaya Rambut Cornrow Saat Ijab Kabul, Ini Dia Sejarah Rambut Cornrow dan Budayanya

--

Asal Usul Nama Cornrow

Secara teknik, cornrow mirip dengan dutch braid. Karena hasil akhirnya yang tampak sama-sama timbul. Namun yang membuat keduanya berbeda adalah, teknik dutch braid biasanya akan sedikit menarik rambut agar hasil kepang tidak terlalu menempel pada kulit kepala.

Baca juga: Sinopsis dan Link Nonton Drama Korea The Remmaried Empress (2026) Full Episode Sub Indo, Prahara Rumah Tangga Permaisuri Navier dan Pangeran Heinrey

Baca juga: Link Baca Manhwa BL My Robot Is Weird! Bahasa Indonesia Full Chapter, Jatuh Cinta dengan Robot Kesayangan

Cornrow memiliki berbagai jenis. Yakni cornrow klasik, glam cornrow, side cornrow, dan cornrow kontemporer. Cornrow klasik memanfaatkan rambut yang panjang. Pola kepangnya tidak wajib selalu lurus serta ukurannya sama. Namun aksennya cenderung minimalis, dan cocok untuk pemula.

Bolehkah Orang Selain Kulit Hitam Memakai Cornrow?

Penggunaan gaya rambut cornrow (atau kerap disebut kepang 'ayam' di Papua) oleh selain orang kulit hitam (non-black people) adalah topik yang kompleks, sering kali berada di persimpangan antara apresiasi mode dan apropriasi budaya.

Banyak orang kulit hitam merasa keberatan ketika non-kulit hitam memakai cornrow, sering kali dianggap sebagai bentuk apropriasi budaya—di mana elemen budaya minoritas diambil tanpa memahami sejarahnya, sementara orang kulit hitam sering didiskriminasi karena gaya rambut yang sama.

Meskipun secara teknis siapa saja bisa mengepang rambut mereka dengan gaya cornrow, penggunaannya oleh non-kulit hitam tetap menjadi subjek sensitif dan debat rasisme/apropriasi budaya di dunia mode.

Bijak menghargai budaya adalah sikap menghormati keberagaman adat, tradisi, dan nilai-nilai orang lain tanpa merendahkannya, guna memperkuat persatuan. Hal ini diwujudkan dengan terbuka mempelajari budaya lain, menjaga toleransi, tidak melakukan diskriminasi SARA, serta melestarikan warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST