Tuesday 7th of April 2026

Ribuan Motor Listrik Disalurkan ke SPPG Guna Memperlancar Program MBG, Netizen: 'Pendidikan Kapan Dibenerin?'

Ribuan Motor Listrik Disalurkan ke SPPG Guna Memperlancar Program MBG, Netizen: 'Pendidikan Kapan Dibenerin?'

--

"Emang niatnya biar rakyat bodoh ya, jadi disuap kan gampang cuma dikasih makan ecek-ecek udah senang. Makannya bidang pendidikan sama kesehatan gak mau dibenerin. Kalau udah gitu, mereka kan terlihat kayak pahlawan karena memberi makan. Dajjal emang," ujar akun @nyan2nekochuuu.

Baca juga: Iri? Bilang Bos! Lanjutan Link Baca Manhwa My Possession Became a Ghost Story Chapter 28 English Sub Indonesia

Baca juga: RAW Baca Manhwa My Possession Became a Ghost Story Chapter 27 Indonesia Sub, Janganlah Berputus Asa!

"Sangat sedikit konten rakyat yang mengeluh perihal kinerja Pak Prabowo, soalnya udah difilter duluan sama staf stafnya biar yang FYP di hpnya dia yang bagus semua," jelas akun @fvnjay.

"Semakin rakyat menentang semakin pemerintah menjadi-jadi seolah sengaja untuk menentang rakyat. Apa kita tetap diam atau terima saja kehancuran ini," tandas akun @rickyirma1 terkalit penyaluran motor SPPG tersebut.

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional Presiden Prabowo Subianto yang disahkan melalui Perpres No. 83 Tahun 2024 untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. Fokus utamanya adalah mengurangi angka stunting, memperbaiki kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM dan petani.

Efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti pengurangan hari operasional menjadi 5 hari seminggu, berpotensi menghemat anggaran negara sekitar Rp20 triliun hingga Rp40 triliun per tahun. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas fiskal di tengah gejolak ekonomi global tanpa mengurangi jangkauan puluhan juta penerima manfaat.

Anggaran bisa jadi kaku dan tidak memungkinkan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak terduga . Membuat dan memantau anggaran bisa memakan waktu. Penganggaran dapat menciptakan persaingan dan konflik antar tim atau departemen. Jika target tidak realistis, karyawan bisa menjadi stres dan tertekan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST