Link Download Isi Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Atasi Kemiskinan Indonesia, Warganet: Bisa Bikin Kaya?
--
MITRA AUTO - Berikut adalah informasi tentang Kantor Staf Presiden meluncurkan Buku Saku 0% Kemiskinan dan respon masyarakat. Lihat isinya di sini dan simak terus informasi di bawah ini biar nggak ketinggalan!
Kantor Staf Presiden (KSP) bersama dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) meluncurkan buku saku '0% Kemiskinan: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026'.
Pemerintah resmi meluncurkan Buku Saku “0%, Penerima Manfaat dan Penerima Kesejahteraan” sebagai upaya memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran. Buku ini juga menjadi panduan ringkas tentang arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi kebijakan untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Isi Buku Saku 0% Kemiskinan
Kantor Staf Presiden resmi meluncuran buku saku '0% Kemiskinan: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026' dalam sebuah konferense pers yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).
Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa pihak, diantaranya Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan dan Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)/Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansah.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam pidatonya, menjelaskan bahwa buku saku ini tidak hanya memuat daftar program bantuan, tetapi juga menjadi cara pemerintah untuk lebih transparan sekaligus. Buku saku ini juga berisi panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami hak dan cara mengakses berbagai dukungan pemerintah.
Qodari menjelaskan, buku ini juga berisi arah kebijakan Prabowo yang menegaskan bantuan kesejahteraan yang diberikan pemerintah akan berlangsung sepanjang hayat.
"Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua," katanya.
Tak hanya itu, buku ini juga berisikan berbagai perkembangan data sosial seluruh masyarakat.