Wednesday 15th of April 2026

VIRAL! Isi Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG Kritik Pelaksanaan Distribusi MBG karena Ganggu Tugas Utama Guru

VIRAL! Isi Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG Kritik Pelaksanaan Distribusi MBG karena Ganggu Tugas Utama Guru

--

MITRA AUTO - Berikut adalah infromasi mengenai Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG yang perlu kamu tahu. Baca informasi di bawah ini biar nggak ketinggalan berita terkini!

Kali ini publik dihebohkan dengan sebuah permohonan yang diduga berasal dari pihak SMAN 1 Ciemas Sukabumi, Jawa Barat, kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarokah di wilayahnya.

SSPG sendiri merupakan bagian dari MBG. Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 2025 untuk memberikan makanan sehat bergizi secara cuma-cuma. Sasarannya adalah siswa (PAUD-SMA), anak balita, ibu hamil, dan menyusui untuk meningkatkan gizi, menekan stunting, dan meningkatkan fokus belajar

Simak informasi di bawah ini sampai habis untuk tahu berita lebih lanjut mengenai Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG!

Baca juga: Siapa Ahmad Mujtaba Ilham Akbar? Bernado Tavares Datangkan Full Back Baru Buat Persebaya

Baca juga: Profil PT VKTR Perusahaan Kendaraan Listrik Milik Bakrie Group yang Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto

Baca juga: Sosok Yenna Yuniana Pemilik PT Yasa Artha Trimanunggal Pemenang Tender Motor MBG, Kehidupan Terturup Sampai Tak Dikenal Warga

Kronologi Surat SMAN 1 Ciemas

Surat yang beredar di media sosial tersebut diunggah oleh akun Instagram @infopnsdanpppk pada Senin 13 April 2026. Dalam unggahan tersebut terlihat sebuauh surat yang berisi penolakan terkait pelaksanaan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membebani para guru di sekolah.

SMAN 1 Ciemas menyampaikan dalam surat tersebut bahwa SPPG dinilai perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terlebih untuk memiliki tim mandiri agar para guru tidak ikut terlibat dalam pembagian MBG di sekolah tersebut.

"SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di sekolah," demikian tertulis dalam unggahan itu.

Terlebih, hal ini dinilai telah memicu tudingan yang mengarah pada para guru di sekolah lantaran dianggap mengambil jatah MBG untuk para siswa.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST