Friday 27th of February 2026

Begini Kondisi Terakhir Mahasiswi UIN Suska Riau Setelah Dibacok, Luka Ringan dan Sudah Sadar Kembali

Begini Kondisi Terakhir Mahasiswi UIN Suska Riau Setelah Dibacok, Luka Ringan dan Sudah Sadar Kembali

--

Baca juga: Star Sailors Tier List Terbaru Maret 2026, Rekomendasi Partner Terkuat dan Update Meta Game

Baca juga: Profil Lengkap Inara Azalea Ramadhania Pemeran Cantika di Lorong Waktu Jilid 2, Usia, Anak Siapa dan Akun IG

Dugaan awal yang disampaikan oleh pihak kepolisian adalah persoalan personal atau asmara yang menjadi pemicu tindakan itu. Kombes Zhengwani Pandra Arsyad menyebut bahwa pelaku dan korban saling mengenal dan memiliki hubungan dekat sebelum kejadian, dan perasaan dendam atau sakit hati tersebut diduga menjadi latar belakang pelaku membawa senjata tajam dan menyerang korban secara tiba-tiba di ruang seminar. Pemeriksaan saksi dan bukti terkait terus dilakukan sebagai bagian dari proses hukum.

Dari sisi kampus, rektorat dan jajaran civitas akademika UIN Suska Riau menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, terutama karena kejadian itu berlangsung di lingkungan yang seharusnya aman dan kondusif untuk kegiatan akademik tingkat lanjut seperti sidang skripsi. Peristiwa ini memicu diskusi tentang keamanan kampus, sistem pengawasan mahasiswa, serta bagaimana konflik interpersonal mahasiswa dapat ditangani lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Keluarga korban sendiri telah mendapatkan informasi terkait kondisi terbaru dari tim medis setelah korban dinyatakan stabil dan sadar. Mereka terus mendampingi proses perawatan serta berharap agar pemulihan fisik dan psikologis korban dapat berlangsung optimal setelah kejadian traumatis ini. Aktivitas kampus yang sempat terganggu karena insiden pun telah kembali normal, meskipun banyak mahasiswa dan staf masih terpengaruh secara emosional setelah melihat atau mengetahui kejadian tersebut.

Baca juga: Virgoun Resmi Menikah dengan Lindi Fitriyana Hari ini 26 Februari 2026, Detail Pernikahan Hingga Maharnya Apa?

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa aspek keamanan dan dukungan psikososial di lingkungan pendidikan tinggi harus menjadi prioritas, di mana konflik pribadi atau emosional mahasiswa perlu dikelola melalui mekanisme yang sehat sebelum berkembang menjadi tindakan kekerasan fisik.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST