Ayatollah Ali Khamenei Meninggal: Kronologi Kematian Pemimpin Tertinggi Iran di Serangan AS-Israel
--
Reaksi dunia terhadap kematian Khamenei beragam. Presiden AS Donald Trump menyebut Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah" dan memperingatkan Iran terhadap pembalasan lebih lanjut.
Beberapa negara dan kelompok internasional menyerukan de-eskalasi untuk menghindari ketidakstabilan regional. Di Iran, ribuan orang berkumpul di Mashhad untuk berkabung, sementara di Teheran, suasana campur aduk antara duka resmi dan perayaan diam-diam dari lawan rezim.
Baca juga: Kabar Duka! Yanuar Faisal Qwang, Manajer Bisnis Hindia Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
Setelah kematian Khamenei, Iran menghadapi jalur suksesi yang tidak pasti. Dewan interim mengambil alih sementara, sesuai dengan rencana suksesi multi-lapis rezim. Proses pemilihan pemimpin baru tetap buram dan penuh ketidakpastian, terutama di tengah konflik perang. Kematiannya juga menewaskan kepala Garda Revolusi dan penasihat keamanan tinggi, yang semakin memperumit transisi kepemimpinan.
Dampak kematian Khamenei terhadap Iran dan Timur Tengah signifikan. Ia mungkin menjadi ancaman eksistensial terbesar bagi rezim Islamis Iran sejak didirikan. Pembunuhan ini memicu kekhawatiran internasional bahwa kurangnya rencana pasca-perang bisa menjerumuskan wilayah ke dalam kekacauan yang tidak terkendali. Di dalam negeri, campuran antara berkabung yang disponsori negara dan protes jalanan menunjukkan ketidakstabilan potensial.
Khamenei meninggalkan istri, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dan enam anak. Kematiannya menandai akhir era bagi Iran, di mana ia membangun kekuatan regional sambil menantang dominasi Saudi Arabia. Dunia kini mengamati langkah selanjutnya Iran di tengah ketegangan yang meningkat.