Wednesday 4th of March 2026

Founder SejutaCita Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Pengakuan dari Korban!

Founder SejutaCita Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Pengakuan dari Korban!

--

MITRA AUTO - Andhika Sudarman, seorang pengusaha, lulusan Universitas Harvard, dan peserta LPDP, diduga melakukan pelecehan seksual. Kasus ini awalnya mencuat di media sosial (dahulu Twitter) setelah sebuah akun bernama Matcha Green mempublikasikan kronologi tuduhan pelecehan seksual terhadap Andhika Sudarman.

Menurut akun Matcha Green, Andhika Sudarman diduga melakukan pelecehan seksual terhadap peserta program SejutaCita Future Leaders (SFL), beberapa di antaranya masih di bawah umur.

Baca juga: PBVSI Tunjuk Issanaye Ramires Ferraz Pelatih Brasil Gantikan Jeff Jiang di Timnas Voli Putra Indonesia

Baca juga: SPOILER! Skin Collector Maret-April 2026 di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Ada Lucky Box yang Siap Hidupkan Permainan!

Sebagai informasi, SFL adalah program pertukaran pendidikan dan kepemimpinan bagi warga negara Indonesia berusia 13 hingga 35 tahun, yang berfokus pada nilai-nilai transformatif terkait pengembangan pribadi dan perencanaan karier.

SFL merupakan program yang dijalankan oleh platform yang didirikan oleh Andhika Sudarman. Peserta harus membayar biaya yang cukup besar untuk berpartisipasi, sekitar 30 juta rupiah Indonesia.

Pengakuan Korban Pelecehan

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Andhika Sudarman awalnya muncul di media sosial. Akun Matcha Green membagikan pengalaman tidak menyenangkan dari beberapa peserta SFL.

Di awal postingan, akun tersebut menjelaskan proses seleksi yang harus dilalui peserta untuk berpartisipasi dalam SFL. Peserta mengeluhkan keterlambatan konfirmasi pembayaran dan perlunya terus-menerus menghubungi administrator SFL.

Kemudian, akun tersebut merinci beberapa pengalaman tidak menyenangkan yang dialami selama Perjalanan Kepemimpinan dan Pendidikan bersama SFL.

Misalnya, manajemen acara yang buruk, karena peserta merasa program tersebut lebih mirip perjalanan liburan daripada perjalanan studi. Peserta juga merasa tertekan oleh jadwal perjalanan, yang mengakibatkan beberapa kunjungan dibatalkan.

Baca juga: PBVSI Tunjuk Issanaye Ramires Ferraz Pelatih Brasil Gantikan Jeff Jiang di Timnas Voli Putra Indonesia

Poin yang paling menonjol adalah ketika peserta mengklaim bahwa sesi bimbingan studi dan karier yang dijanjikan selama perjalanan sebenarnya mencakup topik-topik seksual dan tidak relevan.

"Mentoring Sekolah (SMP-SMA). Peserta disuruh bersumpah apabila membocorkan percakapan maka tidak akan diterima di universitas impian Mawar, peserta yang sedang studi fashion mencurahkan keresahannya yang ingin linjur saat kuliah.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST