Harga Tempe Naik Berapa? Alasan Meroketnya Harga Impor Kedelai Bikin Masyarakat Menjerit
--
Alasan Naiknya Harga Tempe Di Pasaran
Naiknya harga tempe dipasaran tentu bukan tanpa alasan. Kenaikan harga tempe disebabkan oleh naiknya harga kedelai yang diimpor dari Amerika. Kenaikan kedelai ini merupakan akibat dari dampak perang di Timur Tengah.
Kedelai merupakan bahan baku utama kebanyakan pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Kenaikan harga ini merupakan akibat dari konflik geopolitik di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok global. Indonesia memiliki ketergantungan tinggi pada impor, yaitu sekitar 70% sampai 90%. Hal ini membuat harga di dalam negeri sangat rentan terhadap fluktuasi harga internasional, pelemahan kurs rupiah, serta kenaikan biaya logistik.
Selain itu, alasan lain naiknya harga tempe di pasaran adalah karena naiknya harga plastik pembungkus di pasaran. Kenaikan biaya pendukung ini menambah tekanan operasional yang harus ditanggung oleh pelaku usaha mikro. Hal ini karena selama ini mereka sudah terlanjut bergantung dengan penggunaan plastik sebagai bahan pembungkus. Sulit bagi mereka untuk menggunakan pembungkus lain dan harus menemukan supplier yang mampu memasok kebutuhannya.
Baca juga: Profil dan Biodata Guraisu, Eks Member JKT48 yang Kini Jadi Streamer Game dan Pacar JOT AAA Clan
Pengrajin tempe menyebukan bahwa situasi global yang sedang terjadi saat inimemiliki dampak besar terhadap harga-harga barang di tingkat lokal. Ia berharap pelaku usaha bisa tetap bertahan meski margin keuntungan semakin menipis akibat tekanan biaya produksi.
“Plastik juga naik, semua kebutuhan naik karena perang ini. Semoga perajin tempe tetap bisa bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku dan operasional,” kata salah satu pengrajin tempe.
Itulah informasi mengenai harga tempe naik berapa di pasaran dan alasan dibaliknya. Ikuti kami terus untuk mendapatkan informasi terupdate tanah air!