Yandri Susanto Usulkan Tutup Alfamart-Indomaret di Desa untuk Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
--
MITRA AUTO - Sejak awal 2026, pemerintah Indonesia melalui sejumlah kementerian terkait tengah memusatkan perhatian pada upaya memperkuat ekonomi desa sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional yang lebih inklusif.
Salah satu komponen utama dari upaya ini adalah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi di setiap desa di seluruh wilayah Indonesia. Program ini mempunyai target pembangunan puluhan ribu unit koperasi yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Baca juga: Profil Luca Spiteri, Ayah dari Anak Perempuan Lina Mukherjee, Usia, Asal Negara Hingga Agama
Baca juga: Harga Bisht Jubah Kehormatan yang Dipakai Cristiano Ronaldo di Hari Pendirian Kerajaan Arab Saudi
Dalam perkembangan terbaru yang menimbulkan perhatian publik dan media sosial, muncul narasi bahwa pemerintah — khususnya Menteri Desa atau Kementerian Koperasi — akan menutup atau menghentikan operasi gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan. Pernyataan tersebut kemudian menjadi isu yang viral, memicu reaksi di kalangan pelaku usaha ritel modern, pemerhati ekonomi desa, hingga masyarakat umum.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengusulkan agar ekspansi bisnis minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret dihentikan jika program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berjalan secara efektif.
Pernyataan ini disampaikan Yandri saat rapat dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025.
Dalam rapat tersebut, Yandri menyoroti dominasi minimarket besar yang menurutnya telah menghambat potensi pertumbuhan ekonomi di desa.
“Saya setuju sekali, jika Kopdes sudah berjalan, Alfamart dan Indomaret seharusnya dihentikan ekspansinya. Pemerintah harus berpihak pada masyarakat desa,” tegas Yandri.
Yandri menjelaskan bahwa keberadaan minimarket yang merajalela dapat menjadi ancaman langsung terhadap keberhasilan Kopdes Merah Putih.
Namun, pemerintah melalui berbagai klarifikasi menegaskan bahwa narasi penutupan total ritel modern tersebut tidak akurat. Kebijakan yang sedang dibahas lebih bersifat pengaturan ekspansi ritel modern baru, bukan menutup gerai yang sudah beroperasi.
Pernyataan resmi dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menutup gerai Alfamart, Indomaret, atau jaringan ritel modern lain yang sudah ada. Fokus kebijakan adalah mengatur izin pembukaan gerai baru di wilayah pedesaan sehingga memberi ruang bagi koperasi desa berkembang.