Monday 20th of April 2026

Toyota Kerjasama Dengan CATL Siap Produksi Baterai Mobil Listrik, Sebut Investasi Capai Rp13 Triliun

Toyota Kerjasama Dengan CATL Siap Produksi Baterai Mobil Listrik, Sebut Investasi Capai Rp13 Triliun

--

MITRAAUTO - Kerja sama antara produsen otomotif global Toyota dan perusahaan baterai terbesar dunia asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), menjadi sorotan dalam pengembangan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap teknologi ramah lingkungan, tetapi juga melibatkan investasi besar yang mencapai sekitar Rp13 triliun.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dan hybrid di Tanah Air, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai.

Kerja sama antara Toyota dan CATL berfokus pada produksi baterai untuk kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil hybrid dan kendaraan listrik. CATL sendiri dikenal sebagai salah satu produsen baterai terbesar di dunia dengan jaringan produksi global yang luas.

Toyota melalui anak usahanya di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menjalin kemitraan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung elektrifikasi kendaraan.

Produksi baterai dilakukan di dalam negeri, tepatnya di fasilitas yang telah disiapkan di kawasan industri Karawang, Jawa Barat. Langkah ini menunjukkan pergeseran dari ketergantungan impor menuju produksi lokal yang lebih mandiri.

Investasi yang digelontorkan dalam proyek ini mencapai Rp13 triliun, menjadikannya salah satu proyek besar di sektor otomotif dan energi baru di Indonesia.

Nilai investasi tersebut mencerminkan keseriusan kedua perusahaan dalam membangun fasilitas produksi baterai yang terintegrasi, mulai dari pembuatan sel hingga modul baterai.

Sebelumnya, CATL juga telah terlibat dalam proyek baterai kendaraan listrik berskala besar di Indonesia dengan nilai investasi yang jauh lebih besar, termasuk kerja sama dengan BUMN dalam pengembangan industri baterai berbasis nikel.

Dengan investasi ini, Indonesia semakin diposisikan sebagai salah satu pusat produksi baterai kendaraan listrik di kawasan Asia.

Baca juga: Spesifikasi Gahar OnePlus Ace 6 Ultra Bocor, Baterai 8500mAh dan Layar 165Hz Siap Gebrak Pasar HP Gaming High End

Baca juga: Segera Rilis! OnePlus Nord CE 6 Muncul di Geekbench, Skor Malah Lebih Rendah Dari Pendahulunya Nord CE 5

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 20 April 2026 di BSI, HRTA, Lotus Archi hingga Minigold Kompak Melemah Tipis

Fokus Produksi Baterai Hybrid dan EV

Dalam tahap awal, kerja sama ini difokuskan pada produksi baterai untuk kendaraan hybrid. Hal ini sejalan dengan strategi Toyota yang masih mengembangkan teknologi hybrid sebagai jembatan menuju kendaraan listrik penuh.

Produksi tidak hanya sebatas perakitan, tetapi juga mencakup pembuatan komponen utama seperti sel baterai dan modul.

Langkah ini menjadi penting karena sebelumnya sebagian besar komponen baterai masih diimpor dari luar negeri. Dengan produksi lokal, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah dalam negeri.

Selain itu, fasilitas yang dibangun juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produksi baterai kendaraan listrik murni di masa depan.

Kehadiran pabrik baterai ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap industri otomotif nasional. Salah satu dampak utama adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan elektrifikasi.

Dengan semakin banyak komponen yang diproduksi di dalam negeri, ketergantungan terhadap impor dapat berkurang. Hal ini juga berpotensi menekan biaya produksi dalam jangka panjang.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST