Tuesday 24th of February 2026

Siapa Mochtar Riady? Intip Profil dan Biodata Konglomerat Pendiri Lippo Grup yang Siap Jual Gedung US$1,9 Miliar di Singapura

Siapa Mochtar Riady? Intip Profil dan Biodata Konglomerat Pendiri Lippo Grup yang Siap Jual Gedung US$1,9 Miliar di Singapura

--

Baca juga: Download FF Kipas Tornado 2026 Terbaru: Anti Lag & Cinematic di HP Kentang dan Bikin FPS Stabil

Baca juga: Siapa Pemilik PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)? Struktur Kepemilikan dan Profil Pengendali

Profil dan Biodata Mochtar Riady

Mochtar Riady mengawali kariernya dengan membantu sang mertua untuk menjalankan sebuah toko. Di bawah arahan Mochtar Riady, toko tersebut pun berkembang secara signifikan hingga menjadi yang terbesar di Jember. Pada tahun 1954, ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta demi mengejar cita-citanya menjadi seorang bankir. Sesampainya di Jakarta, Ia bekerja di berbagai tempat untuk mencari relasi.

Pada suatu waktu, teman Mochtar memberi kabar bahwa terdapat pekerjaan di bank yang sedang mengalami masalah. Ia pun langsung menghubungi pemilik bank tersebut, yaitu Andi Gappa dan menjadikan Mochtar Riady Direktur Bank Kemakmuran. Mochtar Riady tidak serta merta langsung menguasai perbankan. Bahkan awalnya, ia tidak mengerti bagaimana cara membaca data akuntansi perbankan.

Namun, semangatnya tidak pernah padam untuk terus belajar dan memahami bagaimana sistem akuntansi dan keuangan untuk perbankan. Pada tahun 1971, Mochtar berperan penting dalam proses penggabungan (merger) beberapa bank di Indonesia, yaitu Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya Indonesia, serta Bank industri dan Dagang Indonesia, lalu membentuk Panin Bank.

Baca juga: Sinopsis Serial Tiba-Tiba Brondong, Konflik Utama dan Daftar Pemain Lengkap Tayang di VIU

Baca juga: Yandri Susanto Usulkan Tutup Alfamart-Indomaret di Desa untuk Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Keahlian Mochtar di industri perbankan pun semakin diakui. Ia juga diundang untuk bergabung dengan Bank Central Asia atau BCA pada 1975. Setelah sukses dan sempat berpindah-pindah ke berbagai bank, Mochtar pun mendirikan bank sendiri dengan membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia pada 1981. Ia mampu membuat nilai aset bank tersebut naik hingga 1.500 persen. 

Pada tahun 1988, Bank Perniagaan Indonesia melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan melahirkan Lippobank, cikal bakal dari Lippo Group yang saat ini masih eksis sebagai salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia. Kini, Lippo group memiliki beberapa bisnis utama, seperti jasa keuangan yang meliputi perbankan, investasi, asuransi, sekuritas, manajemen aset dan reksadana. Lippo Group juga memiliki bisnis properti yang meliputi pembangunan kota terencana, perumahan, dan kondominium.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST