Hantavirus Mengancam Indonesia! Mengenal Bahaya Seoul Virus dan Cara Memutus Rantainya
--
MITRAAUTO.ID - Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi sedikitnya 23 kasus Hantavirus dengan tiga laporan kematian di Indonesia sepanjang periode 2024-2026. Didominasi oleh jenis Seoul virus, penularan yang terjadi melalui aerosol kotoran tikus ini kini tengah dipantau ketat di wilayah terdampak, terutama di lingkungan padat penduduk dan area pergudangan.
Di tengah upaya pemulihan kesehatan global, Indonesia kini menghadapi tantangan baru dalam bidang penyakit menular. Kementerian Kesehatan RI mencatat adanya peningkatan kasus Hantavirus yang cukup signifikan sepanjang periode 2024 hingga Mei 2026.
Baca juga: Viral! Budidaya Unta di Mojokerto, Kata Pemilik Bakal Jadi Alternatif Hewan Kurban Selain Sapi?
Baca juga: Pak Ribut Guru Viral Asal Jawa Timur Karena Gaya Mengajar Unik: Sapi Makan Martabak?
Dengan puluhan kasus konfirmasi yang tersebar di beberapa provinsi besar, penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat ini menuntut kewaspadaan lebih dari seluruh lapisan masyarakat.
Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami dibawa oleh tikus dan celurut. Di Indonesia, varian yang paling dominan ditemukan adalah Seoul virus.
Berbeda dengan virus yang menyerang pernapasan secara langsung, Hantavirus di tanah air umumnya memicu gejala yang dikenal sebagai Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan fungsi ginjal, yang jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan komplikasi fatal hingga kematian.