Kasus Daycare Little Aresha Masih Terus Berlanjut, Rekontruksi Akan Dilakukan Secara Tertutup Juni Mendatang
--
MITRA AUTO - Berikut adalah informasi tentang Kasus Daycare Little Aresha yang terlibat kasus kekerasan anak yang perlu kamu tahu. Simak informasi di bawah ini sampai habis agar kamu tidak ketinggalan!
Sebuah kejadian mengejutkan terjadi belakangan ini. Salah satu Daycare Little Aresha yang bertempat di Yogyakarta melakukan kekerasan dan penelataran anak. Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dan KPAI menghimbau untuk penutupan permanen Daycare Little Aresha.
Kelanjutan dari kasus tersebut masih terus dikaji oleh pihak kepolisian. Publik pun juga terus menanti kabar terbaru mengenai kasus tersebut.
Baca juga: Penyebab Satu Keluarga Meninggal di Dalam Tenda Posong Temanggung, Diduga Akibat Gas Portabel
Baca juga: Profil Dena Desy Istri Baru Anji Manji, Langsungkan Pernikahan Sederhana dengan Mahar Rp 2.452.026
Ingin tahu lebih lanjutnya? Baca artikel ini sampai habis!
Kasus Daycare Little Aresha
Tersebarnya adanya kekerasan pada anak di Daycare Little Aresha berawal dari seorang pengasuh yang bekerja di tempat tersebut. Pengasuh di daycare tersebut melaporkan dugaan kekerasan kepada pihak DP3AP2 pada Senin (20/4/2026).
“Pelapor melihat kejadian-kejadian kekerasan di sana, kemudian pelapor memantapkan diri untuk resign sambil berusaha mengumpulkan bukti dan akhirnya lapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta,” kata Retnaningtyas, Sabtu (25/4/2026).
Setelah beredarnya kabar penggrebekan oleh polres, Noorman Windarto salah seorang orang tua yang anaknya dititipkan di Daycare Little Aresha Yogyakarta menceritakan soal dugaan penganiayaan dan tindakan tak manusiawi yang dialami anaknya. Anak Noorman menjadi salah satu dari 53 anak yang diduga menjadi korban di Little Aresha.
Ia baru menyadari kesinambungan antara kekerasan yang dilakukan dengan tingkah laku anaknya selama ini. Noorman mengatakan bahwa setiap pagi anaknya selalu menangis ketakutan saat mau dimandikan. Ini terjadi setiap hari sekolah atau dari Senin sampai Jumat. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk trauma dari anaknya yang didapatkan dari Daycare tersebut.