Geger! Warga Negara Asing di Pulau Bali Diringkus Usai Terlibat Bisnis Prostitusi, Polisi Masih Selidiki Kasusnya
--
MITRA AUTO – Geger! warga negara asing (WNA) di Pulau Bali kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebanyak 13 WNA dibekuk dalam operasi gabungan Imigrasi Bali dan Polda Bali. Belasan WNA tersebut diamankan terkait dugaan bisnis prostitusi di tiga lokasi di Kabupaten Badung, yakni Umalas, Seminyak, dan Canggu.
"Berdasarkan hasil pelaksanaan operasi gabungan tersebut, tim berhasil mengamankan sebanyak 13 orang," ujar Kakanwil Ditjenim Bali, Ramdhani, saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Jumat (18/9/2026).
Ramdhani mengungkapkan operasi gabungan pengawasan orang asing itu digelar pada Kamis (17/9) malam. Adapun, sebanyak 12 WNA yang diamankan yakni perempuan yang diduga menjadi pekerja seks komersial (PSK). Satu orang lainnya, laki-laki, diduga berperan sebagai penyedia jasa PSK atau muncikari.
Dari tiga lokasi sasaran operasi, sebagian besar orang asing tersebut terjaring di kawasan Umalas, Kuta Utara. Sebanyak 8 perempuan diamankan dari lokasi tersebut, terdiri atas 4 warga Nigeria berinisial TA, GO, MOL, dan HBO; 3 warga Rusia berinisial DK, AG, dan KS; dan juga 1 warga Kazakhstan berinisial AS.
Bukan hanya itu saja, 3 warga Nigeria berinisial ECM, JFT, dan HOU diamankan di kawasan Seminyak. Adapun di Canggu, petugas mengamankan seorang perempuan Rusia berinisial IP dan seorang pria Ukraina berinisial OG yang diduga berperan sebagai muncikari.
Petugas turut menyita sejumlah barang bukti dari belasan orang asing tersebut. Barang bukti tersebut antara lain ponsel, uang tunai, hingga alat kontrasepsi.
Sementara itu di Umalas, tim bergerak berdasarkan penelusuran melalui kanal Telegram dan melaksanakan pengawasan di sebuah vila. Tim mendapati empat WNA perempuan, terdiri dari tiga WN Rusia berinisial DK, AG, dan KS, serta satu WN Kazakhstan berinisial AS, yang masing-masing memegang izin tinggal kunjungan dengan masa berlaku berbeda-beda.
Baca juga: Nama Lee Dong Wook Kena Catut di Kasus Penipuan Identitas Berbasis AI, Agensi Ambil Tindakan Tegas!
Selanjutnya, di wilayah yang sama, tim kembali mendapati empat WNA perempuan asal Nigeria berinisial HBO, MOL, GO, dan TE yang diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan modus serupa. Seluruh WNA yang diamankan dari ketiga wilayah tersebut kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terhadap identitas, dokumen perjalanan, serta keterangan awal sebagai bahan pendalaman.
Secara keseluruhan, dari 13 WNA yang diamankan, delapan di antaranya merupakan WNA perempuan dari operasi di Umalas (empat WN Nigeria, tiga WN Rusia, dan satu WN Kazakhstan). Tiga WNA perempuan lainnya berasal dari operasi di Seminyak yang seluruhnya merupakan WN Nigeria.
Sementara dari operasi di Canggu, diamankan satu WNA perempuan asal Rusia dan satu WNA laki-laki asal Ukraina yang diduga berperan sebagai pihak yang memfasilitasi layanan prostitusi tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, menyampaikan bahwa operasi ini dilaksanakan berdasarkan informasi awal dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan pendalaman lapangan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan bahan keterangan, penyamaran petugas, serta verifikasi melalui platform daring.
Menutup keterangannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menegaskan bahwa pengawasan terhadap orang asing akan terus diperkuat sebagai bentuk kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko bahwa Imigrasi harus hadir untuk rakyat melalui pelayanan yang berkualitas, pengawasan yang optimal, serta penegakan hukum yang berkeadilan.