Sunday 25th of October 2026

Ayah Tega Bunuh Anak Kandung yang Meminta Biaya Sekolah, Dipicu Demi Judi Online

Ayah Tega Bunuh Anak Kandung yang Meminta Biaya Sekolah, Dipicu Demi Judi Online

--

MITRA AUTO – Polresta Bandung, Jawa Barat, memperdalam kasus penganiayaan anak berusia 15 tahun hingga meninggal dunia yang ditimbulkan dari pertengkaran orang tuanya terkait uang Rp500.000 yang diduga digunakan ayah korban untuk bermain judi online.

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Polisi Tri Suhartanto di Bandung, Jumat, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika tersangka berinisial DR (37) berselisih dengan istrinya, SS (33), mengenai uang yang semula disiapkan guna membayar uang pangkal sekolah korban berinisial RR.

"Berawal dari tersangka ini meminta uang kepada ibunya korban sebesar Rp500.000 sehingga terjadi perselisihan. Uang tersebut berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dipergunakan untuk bermain judi online," ujarnya ketika merilis pengungkapan kasus tersebut.

Baca juga: VIRAL! Video Pesta Miras Betrand Peto, Nyatakan Hoax dan Ngaku Email Pribadinya Diretas

Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10) sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Dungus Maung, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka. Ketika kedua orang tuanya bertengkar, korban berusaha membela ibunya kemudian menegur ayahnya sebab memperlakukannya dengan kasar.

Polisi menyebut teguran korban membuat tersangka emosi sampai kemudian melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri. Tersangka diduga memiting leher korban selama sekitar 10 menit, kemudian menendang leher serta bagian belakang kepala korban masing-masing satu kali.

"Dari keterangan yang kita dapat bahwa korban ini mengalami luka-luka ya itu dicekik dan dipukul ya dan sempat juga dilempar oleh lampu ya kepada korban," ujarnya.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika EVN meminta sisa pembayaran biaya sekolah yang masih menunggak. Uang tersebut sebenarnya telah dikirimkan oleh kakek almarhum guna melunasi tunggakan tersebut.

Baca juga: Link Video Viral 12-27 Detik Bilqis Banyuwangi Full HD Gratis, Sekali Lihat Langsung Terpesona

EVN yang merasa keberatan dengan tunggakan tersebut kemudian menyampaikannya kepada ibunya, yang selanjutnya menyuruh anak tersebut meminta langsung kepada ayahnya yang saat itu sedang makan. Rabu(21/10/2026).

Bukannya malah mendapat respon baik, DN diduga tersinggung dan terjadilah pertengkaran mulut. Dalam emosi yang meledak-ledak, DN diduga mencekik leher EVN hingga anak itu mengalami kejang-kejang. Belum cukup sampai di situ, ketika EVN terjatuh dan kejang, DN kembali melakukan tindakan kekerasan dengan menendang bagian kepala anaknya sendiri dengan keras.

EVN segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum terdekat sebagai upaya mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa anak tersebut tidak tertolong, ia meninggal dunia di tengah upaya penanganan medis.

Saat ini, pihak kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandung telah menangani peristiwa tersebut dan sedang melakukan proses hukum lebih lanjut terhadap pelaku. Hingga berita ini diturunkan, belum tersedia keterangan resmi lebih rinci dari pihak penegak hukum terkait status tersangka dan pasal yang disangkakan.

Peristiwa ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa menjaga pengendalian emosi dalam keluarga, terlebih dalam mendidik anak-anak. Setiap bentuk kekerasan, apapun alasannya, tidaklah dibenarkan dan ada jalur hukum yang dapat ditempuh jika menghadapi masalah.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST