Sunday 25th of October 2026

Viral Gegar Isu Transparansi Donasi Perempuan, Siapa Sisters In Danger?

Viral Gegar Isu Transparansi Donasi Perempuan, Siapa Sisters In Danger?

--

MITRA AUTO – Sisters in Danger sebenarnya bukanlah sebuah kasus kriminal tunggal, melainkan nama proyek kampanye musik/band indie kolaborasi yang berfokus pada isu kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan.

Viral di media sosial X terkait Sisters In Danger salah satu kelompok yang ramai disorot gegara belum mengungkap transparasi donasi.

Siskaeee ramai terseret gegara sebagai promotor dari kegiatan pengumpulan donasi tersebut. Sisters In Dangers kerap menyelenggarakan beberapa kegiatan donasi untuk perempuan.

Baca juga: Pria di Mesuji Tewas Dikeroyok Massa Usai Dituduh Curi Getah Karet, Polisi Evakuasi Jenazah Korban

Dari unggahan X miliknya, Sisters In Danger kerap membagikan makanan sampai pembalut ke perempuan yang membutuhkan. Terkuak Sisters In Danger merupakan sebuah band yang kerap melaksanakan kegiatan sosial.

“Jadi ada satu band @SistersInDanger yang sedang melakukan beberapa kegiatan donasi dan ada donaturnya yang bertanya tentang transparansinya,” tulis media sosial X @xxxurgdrgnn. Namun ketika ditanya donatur, pihak penyelenggara justru arogan dan malah ingin mengembalikan uang donasi.

“Pihak penyelenggara dengan sangat arogan dan gaslighting donatur tersebut sampai ingin mengembalikan donasinya. Ini serem banget jujur.” pungkasnya. Siapa Sebenarnya Sisters In Danger?

 

Sisters in Danger adalah kelompok musik pop rock asal Indonesia yang mengusung isu sosial. Grup ini memenangkan penghargaan lagu populer UN Women Asia untuk lagu mereka "16 Oranges". Band ini khususnya kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Profil dan Biodata Tepe, Sahabat Reza Arap yang Viral Usai Bikin Geram Netizen di Podcast Raditya Dika

Kasus yang menyeret admin Sisters in Danger (SID) belakangan ini adalah polemik mengenai dugaan tidak transparannya pengelolaan dana donasi publik serta respons defensif dari pihak admin saat dimintai pertanggungjawaban oleh para donatur di media sosial X (Twitter).

Gelombang kritik bermula ketika beberapa donatur dan warganet mempertanyakan kejelasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari berbagai program penggalangan dana yang dijalankan oleh SID, seperti program Gerakan Enam Belas dan aksi dapur umum.

Kecurigaan warganet memuncak karena admin SID hanya mengunggah rincian anggaran dalam bentuk tabel (seperti Excel) tanpa melampirkan bukti transaksi fisik atau struk pembayaran yang sah. Selain itu, muncul dugaan adanya selisih harga porsi makanan antara yang dicatat dalam laporan SID dengan pengakuan pihak vendor asli.

Bukannya memberikan penjelasan yang jernih, admin akun resmi @SistersInDanger justru memberikan balasan yang dinilai emosional, arogan, dan melakukan gaslighting kepada donatur. Bahkan, pihak admin sempat menantang untuk mengembalikan uang donasi (refund) bagi donatur yang tidak percaya, lalu menghapus beberapa cuitan balasan mereka. Sikap defensif inilah yang memicu kemarahan netizen hingga kasus ini viral didebatkan di platform X dan Threads.

Status terakhir per Oktober 2026 menunjukkan bahwa warganet masih menuntut laporan keuangan yang diaudit secara terbuka dan mendesak admin SID untuk meminta maaf atas cara komunikasinya yang buruk dalam mengelola dana publik.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST