Friday 6th of November 2026

Penurunan Insentif dan Operasional, Pengusaha Dapur MBG Tasikmalaya Ajukan Keberatan dengan Aturan Baru BGN

Penurunan Insentif dan Operasional, Pengusaha Dapur MBG Tasikmalaya Ajukan Keberatan dengan Aturan Baru BGN

--

MITRA AUTO – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai penurunan intensif MBG yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola dapur, yayasan, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha yang mendukung penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

Perubahan kebijakan yang diterapkan BGN belakangan ini memunculkan keberatan dari sejumlah mitra usaha. Sejumlah pengusaha dapur MBG di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar menyampaikan protes terhadap penyesuaian mekanisme pembayaran yang diberlakukan BGN.

Baca juga: Rekaman Video Viral Kakak vs Adik 17 Menit Viral Baju Biru di Dalam Mobil, Aksinya Tuai Kecaman Warganet

Mereka menilai perubahan tersebut dapat memengaruhi pendapatan pengelola dapur sekaligus menambah beban operasional. Persoalan ini menjadi perhatian karena para mitra telah mengeluarkan biaya untuk menjalankan fasilitas pelayanan makanan bergizi.

Perubahan tersebut berkaitan dengan penerapan Surat Keputusan BGN Nomor 63551 yang menggantikan ketentuan sebelumnya, yakni SK Nomor 63539. Dalam aturan terdahulu, pengelola dapur memperoleh insentif tetap sebesar Rp6 juta setiap hari. Namun, mekanisme terbaru menggunakan perhitungan Rp2.000 untuk setiap penerima manfaat yang dilayani.

Salah satu pengusaha MBG di Tasikmalaya, Badai, menjelaskan bahwa perubahan sistem pembayaran menjadi sumber utama keberatan para mitra. Ia menilai peralihan dari pembayaran harian menjadi berdasarkan jumlah penerima manfaat membuat pengusaha harus menyesuaikan perencanaan keuangan dan pengeluaran operasional.

Baca juga: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Ti7 Mobil EV Gagah dan Ganteng Terpopuler Tahun Ini yang Jadi Idaman Banyak Orang

"Pemicu utama keresahan para pengusaha MBG adalah perubahan skema pembayaran yang drastis. Jika sebelumnya menggunakan tarif harian tetap sebesar Rp 6 juta, kini BGN memberlakukan skema insentif pengelola dapur sebesar Rp 2.000 per penerima manfaat," jelas Badai di Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/11/2026).

Selain persoalan insentif, para mitra juga mengkhawatirkan dampak kebijakan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Pengelola dapur harus mempertimbangkan kembali jumlah pekerja yang dapat dipertahankan apabila pendapatan operasional mengalami penurunan.

Nandang Makmur, pengusaha dapur MBG Suksasenang di Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi memengaruhi relawan yang selama ini membantu kegiatan pelayanan.

"Ya, ini akan menambah jumlah pengangguran baru karena semua mitra SPPG terpaksa harus mengeluarkan sebagian relawannya," ujarnya.

Baca juga: Deretan Film Yuriska Patricia yang Sempat Dinobatkan Jadi Aktris Paling Top, Cek di Sini Profil dan Biodata Lengkapnya

Keberatan terhadap aturan baru tersebut kemudian disampaikan melalui jalur kelembagaan. Koordinator Mitra SPPG, Ucu Supriatna, mengatakan para pengusaha telah mengirimkan surat kepada Komisi IX DPR RI untuk meminta perhatian terhadap perubahan kebijakan BGN.

Mereka berharap persoalan tersebut dapat dibahas bersama pihak terkait sehingga terdapat penjelasan mengenai dasar penerapan sistem pembayaran terbaru. Ucu menyebut perwakilan mitra direncanakan mengikuti audiensi dengan Komisi IX DPR RI pada 16 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha berharap Kepala BGN turut dihadirkan agar dapat memberikan penjelasan langsung mengenai arah kebijakan dan dampaknya terhadap operasional dapur MBG.

"Kita bukan demo, kalau demo capek menguras energi. Kalau kita audiensi dan berdiskusi, sebetulnya MBG ini mau dibawa ke mana," ujar Ucu.

Baca juga: YAY! Kai dan Sehun EXO Debut Unit Baru Siap Rilis MV Serta Album Desember 2026 Mendatang, Konsepnya Bikin Penasaran EXO-L

Para pengusaha berharap pemerintah dapat membuka ruang komunikasi sebelum menerapkan perubahan yang berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha. Mereka juga meminta agar mekanisme pembayaran dan kebutuhan operasional diperjelas sehingga mitra dapat menyusun perencanaan secara lebih terukur.

Melalui audiensi tersebut, para pelaksana MBG ingin memperoleh kepastian mengenai kebijakan yang berlaku sekaligus mencari solusi agar program pemenuhan gizi tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi pengusaha dan tenaga kerja yang terlibat.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST