Friday 6th of November 2026

Dipicu Pengibaran Bendera Bulan Bintang, 1 Orang Tewas Usai Bentrokan Warga VS Aparat TNI di Pidie

Dipicu Pengibaran Bendera Bulan Bintang, 1 Orang Tewas Usai Bentrokan Warga VS Aparat TNI di Pidie

--

MITRA AUTO – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai bentrokan antara warga vs aparat TNI yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Ketegangan terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Perselisihan antara warga dan aparat keamanan tersebut diduga bermula dari persoalan pengibaran Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.

Insiden itu berujung bentrokan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal diketahui bernama Abzalul Rizal, berusia 20 tahun, yang berasal dari Dayah Gampong Baro.

Baca juga: Insiden Berdarah Saat Maulid di Pidie, Kapolres Janji Koordinasi dengan TNI untuk Berikan Klarifikasi

Dia dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, enam warga lain yang mengalami cedera masing-masing adalah Basri Hasan (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda Cut Rahman (62), dan Mutia (38). Para korban sempat mendapatkan pertolongan medis di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i, Kecamatan Mutiara Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Acehonline, permasalahan bermula ketika sejumlah bendera Bulan Bintang dipasang oleh warga di sekitar lokasi acara. Bendera tersebut terlihat terpasang pada pagar, panggung utama, serta menara telekomunikasi untuk memeriahkan kegiatan Maulid.

Situasi kemudian berubah tegang setelah sejumlah anggota TNI dari Kompi Tiro mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban. Kedatangan personel TNI mendapat penolakan dari sebagian warga yang berusaha mempertahankan bendera tersebut.

Baca juga: Gelombang Boikot Menguat! D'MASIV Akhiri Kerja Sama dengan RANS Entertainment

Bahkan, warga disebut sempat meletakkan batu di badan jalan untuk menghalangi akses aparat menuju lokasi kegiatan. Karena kedua pihak tidak mencapai kesepakatan, ketegangan semakin meningkat hingga terjadi bentrokan fisik.

Seorang warga bernama Iskandar, suami Mutia yang menjadi salah satu korban luka, menceritakan bahwa istrinya mengalami kekerasan ketika sedang dalam perjalanan pulang setelah berbelanja. Ia mempertanyakan tindakan aparat karena menurutnya jarak antara posisi istrinya dan titik bentrokan cukup jauh.

"Saat kejadian itu, siapa pun yang berada di lokasi pasti mendapatkan penganiayaan dari aparat keamanan," kata Iskandar kepada Aceh Online, Rabu (4/11/2026).

Dalam perkembangan kejadian tersebut, sejumlah warga juga mengaku mendengar suara letusan senjata api. Perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan Maulid, termasuk perangkat pengeras suara, dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca juga: Penurunan Insentif dan Operasional, Pengusaha Dapur MBG Tasikmalaya Ajukan Keberatan dengan Aturan Baru BGN

Beberapa korban luka lainnya masih mendapatkan penanganan di sekitar lokasi kejadian setelah insiden berlangsung. Pihak Acehonline telah berusaha meminta keterangan dari Polres Pidie dan Kodim 0102/Pidie melalui pesan WhatsApp untuk memperoleh penjelasan mengenai bentrokan tersebut.

Namun, hingga berita diterbitkan pada Rabu (4/11/2026), kedua institusi belum memberikan tanggapan resmi terkait kronologi maupun tindakan aparat di lapangan. Selain itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono memberikan penjelasan bahwa sebelum penertiban dilakukan, aparat telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara.

"Sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," jelas Donny.

Baca juga: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Ti7 Mobil EV Gagah dan Ganteng Terpopuler Tahun Ini yang Jadi Idaman Banyak Orang

Menurut keterangan TNI AD, situasi kemudian berkembang menjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel, disertai dugaan adanya warga yang membawa senjata tajam. Aparat mengaku telah berusaha mengendalikan keadaan menggunakan perlengkapan pengendalian massa sebelum mengeluarkan tembakan peringatan dengan peluru hampa dan peluru karet.

TNI AD mencatat keseluruhan korban dari pihak warga berjumlah 14 orang, terdiri atas satu korban meninggal dan 13 orang terluka, sedangkan enam personel TNI juga mengalami luka-luka. Hingga Kamis (5/11/2026) dini hari, situasi keamanan di Gampong Pulo Keunari dilaporkan telah kembali kondusif.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST