Mobil Listrik Murah Daihatsu Berikan Spesifikasi Mumpuni, Pasar Indonesia Belum jadi Pilihan
--
MITRA AUTO - Daihatsu masih ragu untuk memasuki pasar mobil listrik terjangkau di Indonesia, meskipun pasokan model-model murah semakin meningkat. Pabrikan yang dikenal dengan produk-produk terjangkaunya ini menyatakan bahwa kesiapan pasar merupakan pertimbangan utama sebelum meluncurkan kendaraan listrik untuk pasar massal.
Baca juga: Banjir Meluap Rendam 23 Desa di Jember, Jembatan Darus Putus Hingga 7.445 Keluarga Mengungsi!
Baca juga: Sinopsis Film From Paris With Love, Waktunya Nostalgia dengan John Travolta di Bioskop Trans TV
Sri Agung Handayani, Direktur Pemasaran dan Komunikasi Korporat di Astra Daihatsu Motor (ADM), mengakui peluang signifikan di segmen mobil listrik terjangkau. Namun, ia menekankan bahwa keputusan investasi akan didasarkan pada kebutuhan konsumen yang sebenarnya, bukan hanya pada tren.
"Balik lagi, kami melakukan survei ya. Karena market kami di seluruh wilayah Indonesia, makanya kami balik lagi ke kebutuhan mereka," kata Agung di Kemayoran, Jakarta, Kamis (12 Februari).
Agung menambahkan bahwa transisi menuju elektrifikasi penuh membutuhkan waktu dan persiapan yang cermat di Indonesia.
"Karena mereka mau atau tidak terhadap elektrifikasi, mungkin perlu saya katakan butuh waktu. Butuh waktu di Indonesia" pungkasnya.
Menurut pemantauan Mureks, Daihatsu mengidentifikasi setidaknya tiga kekhawatiran utama di antara calon konsumen, terutama mereka yang membeli mobil untuk pertama kalinya, terkait kendaraan listrik.
Pertama, status mobil sebagai aset jangka panjang. Konsumen mempertanyakan daya tahan dan nilai jual kembali mobil listrik, mengingat beberapa model kendaraan listrik di pasaran mengalami penurunan harga yang signifikan dalam waktu singkat.
Baca juga: Banjir di Kabupaten Cirebon Rendam Ribuan Rumah, 1.505 Orang yang Terdampak kini Mengungsi!
"Yang pertama adalah mobil ini kan aset ya, aset ini bisa untuk long term nggak? Namanya juga aset, dia berharap aset itu tidak akan menjadi beban untuk mereka," jelas Agung.
Kedua, kekhawatiran tentang konsumsi energi. Pembeli mempertimbangkan tidak hanya harga pembelian tetapi juga biaya operasional harian, termasuk potensi peningkatan tagihan listrik. Ketiga, perawatan kendaraan listrik juga merupakan pertimbangan penting.
"Untuk mereka yang pemakaian listrik itu masih sangat menjadi hal yang dia pertimbangkan" tambahnya.