Monday 2nd of March 2026

Profil Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Wafat pada 2026 Akibat Serangan AS-Israel

Profil Ayatollah Ali Khamenei: Pemimpin Tertinggi Iran yang Wafat pada 2026 Akibat Serangan AS-Israel

--

Setelah Revolusi Islam 1979, ia menjabat berbagai posisi penting, termasuk anggota Dewan Revolusi, Menteri Pertahanan, dan Imam Jumat Teheran. Pada 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat dua periode hingga 1989, meski sempat selamat dari upaya pembunuhan yang melumpuhkan lengannya.

Setelah kematian Khomeini pada Juni 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi meskipun ia belum mencapai peringkat marja' taqlid penuh pada saat itu.

Di bawah kepemimpinannya, Iran mengalami penguatan pengaruh regional melalui dukungan terhadap "Poros Perlawanan" termasuk Hezbollah, Hamas, dan milisi Syiah di Irak serta Yaman. Ia mempertahankan kebijakan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel yang tegas, mengawasi program nuklir kontroversial, serta menekan keras demonstrasi dalam negeri seperti Gerakan Hijau 2009 dan protes 2022 atas kematian Mahsa Amini.

Baca juga: Harga Tiket Fanmeeting Kim Seon Ho Jakarta 2026 dan Cara Belinya, Semua Penggemar Bakal Dapat Hi-Bye!

Baca juga: Profil dan Biodata Anastasia Herzigova, Istri Komika Ge Pamungkas yang Jadi Pemeran Wati di Film Setan Alas

Khamenei dikenal sebagai figur garis keras yang memusatkan kekuasaan pada Kantor Pemimpin Tertinggi, mengendalikan Angkatan Bersenjata, Garda Revolusi Islam (IRGC), yudikatif, dan kebijakan luar negeri. Forbes pernah menobatkannya sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia pada 2012–2014. Ia juga menikah dengan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh pada 1965 dan memiliki enam anak.

Pada 28 Februari 2026, Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat di Teheran, yang menargetkan pejabat tinggi Iran. Kematiannya dikonfirmasi oleh media negara Iran pada 1 Maret 2026, dan diumumkan sebagai "kesyahidan". Ia wafat di usia 86 tahun, menandai akhir era kepemimpinan panjang yang membentuk Iran modern sebagai kekuatan regional sambil menghadapi isolasi internasional dan tantangan domestik. Masa transisi kepemimpinan kini dijalankan oleh dewan interim di tengah konflik berkelanjutan.

Kehidupan dan kepemimpinan Khamenei mencerminkan perpaduan antara teokrasi Syiah, nasionalisme anti-Barat, dan strategi ekspansi pengaruh, yang membentuk dinamika Timur Tengah selama beberapa dekade.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST