Karyawan JNT Express Ditemukan Meninggal di Toilet Kantor Pare Kediri: Kronologi dan Dugaan Penyebab
--
Polsek Pare langsung merespons laporan tersebut. Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, menyatakan bahwa tim Inafis dari Polres Kediri bersama petugas medis dari Puskesmas Bendo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar jenazah.
Dokter Agus Sucipto dari Puskesmas Bendo memeriksa tubuh korban dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, ditemukan lebam mayat (livor mortis) dan darah yang keluar dari hidung korban, yang diduga akibat pecahnya pembuluh darah.
Dugaan penyebab kematian korban adalah penyakit tuberkulosis (TBC) akut yang diderita korban. Hal ini dikonfirmasi oleh keterangan dokter dan riwayat medis yang dibenarkan oleh pihak keluarga. Keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit TBC, sehingga mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
AKP Rudi Darmawan menambahkan bahwa tidak ada indikasi kekerasan atau unsur pidana dalam kasus ini. Pintu toilet yang terkunci dari dalam memperkuat dugaan bahwa korban meninggal secara alami di dalam toilet. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan kondusif setelah penanganan oleh pihak berwenang.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang kesehatan karyawan di tempat kerja, terutama di sektor logistik seperti JNT Express yang sering melibatkan jam kerja panjang. JNT Express merupakan salah satu perusahaan ekspedisi terkemuka di Indonesia, dengan jaringan luas termasuk di wilayah Kediri. Meskipun demikian, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini hingga berita ini ditulis.
Penemuan jenazah seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di tempat kerja. Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa penyakit TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Tanah Air, dengan ribuan kasus baru setiap tahun. Pencegahan melalui pemeriksaan rutin dan pengobatan dini sangat dianjurkan untuk menghindari komplikasi fatal seperti yang dialami korban.