Wednesday 4th of March 2026

Founder SejutaCita Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Pengakuan dari Korban!

Founder SejutaCita Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Pengakuan dari Korban!

--

AS bilang bahwa Mawar tidak memiliki masa depan. AS juga menyebut bahwa Mawar itu cantik dan polos. Selain itu, AS juga bertanya pada Mawar, "menurut kamu, dari 1000 teman laki-laki saya, berapa orang yang dapat dipercaya?".

Melati, ditanyai AS apakah tidak ada keinginan untuk melepas hijab walau sudah berada di luar negeri. AS juga sesekali menepuk paha Lili layaknya teman sebaya yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. AS menceritakan temannya yang pernah melakukan hubungan intim dan akhirnya putus" demikian bunyi cuitan dari akun Matcha Green.

Baca juga: Profil Shella Ganiswara yang Tinggalkan Nama Panggung SheGan Usai Kontroversi Nama Lisa BLACKPINK, Sudah Minta Maaf

Baca juga: Update Fish It Terbaru Per Maret 2026, Gokil! Munculnya Sang NPC Baru di Fisherman Island

Setelah unggahan tersebut viral di media sosial, banyak komentar muncul dari peserta lain dalam program mentoring sekolah yang mengaku mengalami kejadian serupa. Beberapa mantan karyawan perusahaan yang didirikan oleh Andhika Sudarman juga mengaku menjadi korban.

Klarifikasi Andhika Sudarman

Berikut pernyataan lengkap Andhika soal tuduhan pelecehan seksual pada media sosialnya yang ditulis secara resmi:

Tuduhan Komunikasi & Interaksi

Terkait tuduhan yang beredar, saya memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.

Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pastilah tidak mudah.

Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas.

Baca juga: Bikin Geger! Park Bom Tuduh Sandara Park Sebagai Sosok di Balik Kasus Penyelundupan Obat 2014 yang Menjerat Kariernya

Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya.

Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST