Monday 16th of March 2026
×

Kronologi Kasus Kematian Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Amikom Jogja yang Meregang Nyawa Usai Aksi Demo di POLDA DIY

Kronologi Kasus Kematian Rheza Sendy Pratama, Mahasiswa Amikom Jogja yang Meregang Nyawa Usai Aksi Demo di POLDA DIY

--

Baca juga: BOOYAH! Cara Setting Sensivitas FF Auto Headshot Ampuh 2026 Ternyata Bukan Mitos Doang

Baca juga: Gacor! Markashack Cheat Auto Sultan Terbaru 2026, Full Damage Anti Banned Anggap Saja THR


Pada Minggu pagi itu, Yoyon mendapat kabar dari tetangganya kalau Rheza dirawat di RSUP Dr Sardjito. Yoyon menjelaskan, saat memandikan jenazah, di sekujur tubuh Rheza terdapat banyak luka memar. Leher Rheza juga patah, serta ada bekas pijakan sepatu di tubuh Rheza. Tapi dia tidak bisa memastikan kejadiannya dan dari mana luka tersebut bisa didapat.

Ratusan pelayat datang ke rumah duka, termasuk Putri Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi dan GKR Bendara. Mangkubumi menyampaikan duka cita atas meninggalnya Rheza. Dia juga menyebut keluarga Rheza sudah legawa. Di sisi lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Polda DIY untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama (21).

Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono juga melayat ke kediaman Rheza Sendy Pratama (21) di Mlati, Sleman, pada Minggu (31/8) malam. Kapolda didampingi Danrem 072/Pamungkas, Kajati DIY, Bupati Sleman, dan Kapolresta Sleman saat melayat ke rumah duka.

Dalam pertemuan dengan keluarga almarhum Rheza, Anggoro menyampaikan pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penyidikan jika keluarga korban menghendaki peristiwa ini diproses hukum. Walaupun Anggoro tetap membuka diri kepada keluarga korban jika nanti berubah pikiran dan ingin agar kasus ini diusut.

Baca juga: Viral! Apakah Cakra Corevia Penipuan atau Bukan, Begini Penjelasannya yang Wajib Kamu Tau Sebelum Trading di Sini!

Kematian Rheza menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, aktivis, dan pejabat publik yang meminta agar kasus tersebut diusut secara transparan. Kepolisian Daerah Yogyakarta menyatakan siap melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kematian tersebut.

Namun, keluarga Rheza akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menerima kepergian anak mereka. Meski demikian, kasus ini tetap menjadi simbol kontroversi mengenai penanganan demonstrasi dan isu kekerasan dalam aksi protes di Indonesia pada tahun 2025.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST