Ritual Mebuug-Buugan Kedonganan, Tradisi Unik Warga Bali Mandi Lumpur Setelah Nyepi
--
Keberadaan Mebuug-buugan memiliki filosofi tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan mangrove. Dengan menjadikan hutan bakau sebagai pusat ritual, warga secara tidak langsung diingatkan untuk terus melestarikan lingkungan yang telah memberi mereka perlindungan dan sumber daya.
Prosesi Mebuug-Buugan
Prosesi ini biasanya dimulai dengan doa bersama di pura untuk memohon keselamatan, kemudian warga dari berbagai usia berbondong-bondong menuju kawasan hutan bakau (mangrove). Di sana, suasana penuh kegembiraan pecah saat warga mulai membalurkan lumpur ke sekujur tubuh mereka. Lumpur di sini dipandang sebagai unsur bumi atau Ibu Pertiwi yang bersifat mendinginkan dan menyerap energi negatif.
Baca juga: Paket Biaya Umroh 2 Orang di Jakarta April 2026 + Kereta Cepat, Mulai Dari Rp28,5 juta/pax!
Setelah tubuh penuh dengan lumpur, peserta akan berjalan beriringan menuju laut untuk membasuh diri. Mandi di laut ini melambangkan penghanyutan segala hal negatif atau kemalangan ke samudra luas.
Tradisi ini membuktikan bahwa budaya dan konservasi alam dapat berjalan beriringan dalam harmoni yang indah.
Itulah informasi tentang tradisi Mebuug Buugan yang perlu kamu tahu. Ikuti kami terus untuk update infomasi terkini!