Friday 24th of April 2026

Naas! Kronologi Tragedi Rafting di Kota Batu 2014, Liburan Pre-Wedding Berakhir Mengerikan Kembali Viral Usai Dibahas Nadia Omara

Naas! Kronologi Tragedi Rafting di Kota Batu 2014, Liburan Pre-Wedding Berakhir Mengerikan Kembali Viral Usai Dibahas Nadia Omara

--

Mengindahkan segala tanda yang ada, rombongan tetap berangkat menyusuri sungai menggunakan perahu. Naas, saat berada di jalur tebing yang sempit, suara gemuruh terdengar dari arah hulu.

Banjir bandang datang begitu cepat, membawa material kayu dan sampah yang langsung menghantam perahu karet.

"Kami tidak sempat menoleh, perahu sudah dihantam air bah dari belakang. Semuanya kacau, teriakan minta tolong terdengar di mana-mana," ungkap Ara dalam kesaksiannya.

Korban Tragedi Rafting di Kota Batu 2014

Setelah tragedi tersebut menyerang rombongan sampai perahu terbalik dan para korban ikut hanyut terbawa air. Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR, kepolisian, dan warga setempat selama tujuh hari penuh.

Baca juga: Intip Deretan Pemain Reborn Rookie (2026), Drama Korea Bergenre Fantasi yang Bertabur Bintang Papan Atas Korea Selatan!

Baca juga: Link Nonton Mother Mary (2026), Film Musikal yang Dibintangi Anne Hathaway Bakal Tayang di Indonesia 24 April 2026

Baca juga: Sinopsis dan Deretan Pemain Film Mother Mary (2026), Kisah Diva Legendaris yang Menyimpan Sebuah Rahasia Batin

Setelah beberapa hari pencarian dilakukan akhirnya Tim SAR dan warga berhasil menemukan beberapa korban. Adapun korban yang meninggal sebanyak 4 orang, temasuk pasangan yang berencana melakukan pre-wedding. Pasangan tersebut ditemukan tidak bernyawa di hari ketiga. Dua diantaranya ditemukan di hari pertama pencarian dan hari terakhir pencarian di area bendungan sungai.

Sedangkan dua lainnya ditemukan dalam kondisi selamat walaupun mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Di sisi lain, ternyata pengelola jasa rafting Batu Alam Adventure (BAA) kala itu ternyata belum mengantongi izin operasi dari Pemkot Batu. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kota Batu, M Syamsul Bakri mengakui, kalau pihaknya belum mengeluarkan izin operasi kepada pengelola BAA.

Itulah informasi mengenai Tragedi Rafting di Kota Batu 2014 yang kembali mencuat setelah diceritakan kembali oleh Nadia Omara. Ikuti kami terus untuk update berita viral tanah air terkini!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST