Daycare Little Aresha Lakukan Kekerasan Anak, Korban Ditemukan dalam Kondisi Diikat Saat Polisi Lakukan Penggrebekan!
--
Ia baru menyadari kesinambungan antara kekerasan yang dilakukan dengan tingkah laku anaknya selama ini. Noorman mengatakan bahwa setiap pagi anaknya selalu menangis ketakutan saat mau dimandikan. Ini terjadi setiap hari sekolah atau dari Senin sampai Jumat. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk trauma dari anaknya yang didapatkan dari Daycare tersebut.
Noorman juga pernah menemukan adanya luka lebam pada anak perempuannya. Luka ini ada di bagian punggung dan selangkangan. Tidak hanya itu, Noorman juga pernah mendapati anaknya mengalami luka di bagian bibir. Namun, saat ditanyai mengenai luka yang terjadi pada anaknya, sang pengasuh menjawab bahwa luka tersebut sudah ada dari rumah dan luka bibir ditimbulkan karena tergigit sendiri.
Baca juga: Profil dan Biodata Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Kontes Puteri Indonesia 2026
Baca juga: Ajang Puteri Indonesia 2026 Sukses Tuai Pujian, Para Finalis Dibanjiri Pujian Warganet
Baca juga: Kode Redeem Bawah Tanah Dugem Roblox April-Mei 2026, Rewards Unlimited Siap Menanti, Dijamin Gacor!
Polres Grebek Daycare Little Aresha
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menyebut anak-anak yang dititipkan diperlakukan tidak manusiawi oleh pihak daycare saat polisi melakukan penggerebekan. Anak-anak ditemukan dalam kondisi tangan terikat.
"Ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," kata Adrian dikutip Detikjogja, Sabtu (25/4).
Ia menjelaskan rata-rata korban berusia di bawah dua tahun. Saat ini para korban dari Daycare Little Aresha sudah mendapatkan perawatan.