Viral! Budidaya Unta di Mojokerto, Kata Pemilik Bakal Jadi Alternatif Hewan Kurban Selain Sapi?
--
Asal Usul Unta Mojokerto
Faisal Effendi, sang pemilik, mendatangkan sebanyak 32 ekor unta langsung dari Australia sejak tahun 2025. Meskipun identik dengan Timur Tengah, unta-unta ini ternyata mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis Mojokerto.
Awalnya, unta-unta ini didatangkan untuk memenuhi kebutuhan kebun binatang di Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Namun, saat ini peternakan fokus pada program pengembangbiakan (breeding) dan menyediakannya sebagai alternatif hewan kurban.
Unta di sini sering dilepasliarkan untuk merumput setiap sore dan memiliki kecerdasan untuk kembali ke kandang sendiri tanpa perlu digiring. Selain itu, unta dinilai lebih tahan terhadap penyakit seperti PMK dan LSD dibandingkan sapi.
Fenomena ini juga mulai menggerakkan ekonomi lokal, di mana banyak warga dari luar daerah berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung unta-unta tersebut, yang kemudian meningkatkan pendapatan pedagang makanan dan jasa parkir di sekitar Dusun Dateng.
Dampak dari kehadiran unta ini sangat dirasakan oleh warga lokal. Dusun Dateng yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi destinasi wisata dadakan. Warung-warung makan milik warga mulai ramai pembeli, dan jasa parkir menjadi penghasilan tambahan bagi pemuda desa. Ekonomi lokal berdenyut lebih kencang berkat daya tarik hewan eksotis ini.
Siapa sangka, sebuah desa di lereng pegunungan Jawa Timur kini bisa menyuguhkan pengalaman unik layaknya berada di tengah padang pasir, membuktikan bahwa Mojokerto selalu punya cara untuk mengejutkan dunia.