Ratchaburi Didiskualifikasi Apakah Benar? Begini Fakta Hingga Klarifkasi Persib di ACL2 2026
--
Menurut peraturan AFC, kesalahan wasit atau VAR tidak secara otomatis mengakibatkan diskualifikasi klub kecuali ada bukti pelanggaran administratif serius, seperti manipulasi dokumen, pemain yang tidak memenuhi syarat, atau pelanggaran lisensi. Tidak ada bukti resmi bahwa Ratchaburi melakukan pelanggaran administratif apa pun.
4. Kontribusi Persib Tetap Berpengaruh bagi Indonesia
Meskipun tersingkir, perjalanan Persib di ACL2 tetap memberikan dampak signifikan pada daya saing Indonesia di Asia.
Baca juga: Penampilan Memukau, Janice Tjen Naik ke Ranking 36 Dunia Dekati Rekor Abadi Yayuk Basuki
Baca juga: Undangannya Bocor, Virgoun dan Lindi Fitriyana Dikabarkan Menikah 26 Februari 2026!
Statistik Tambahan:
- Kontribusi poin Persib merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia musim ini.
- Indonesia naik peringkat di kompetisi klub Asia.
- Performa Persib membantu mengamankan tempat Indonesia di ACL2 musim depan.
Ini adalah aspek yang jarang dibahas: tersingkir di babak gugur tidak menghapus kontribusi strategisnya bagi sepak bola nasional.
5. Fenomena "Menyebar Lebih Cepat daripada Verifikasi"
Kasus ini menunjukkan bagaimana informasi di era digital dapat menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasi resmi.
Banyak portal dan akun media sosial menggemakan narasi diskualifikasi tanpa konfirmasi dari federasi. Ini menjadi pelajaran penting bagi jurnalisme olahraga modern: validasi sumber sangat penting.
Apa yang Terjadi pada Persib di Liga Champions AFC 2026?
Baca juga: Program KJP Food Station Resmi di Buka Ramadhan 2026, Sembako Murah untuk Warga Jakarta!
Menurut data resmi kompetisi:
- Persib tersingkir di Babak 16 Besar
- Tidak ada keputusan mengenai diskualifikasi Ratchaburi
- Tidak ada pengumuman perubahan hasil pertandingan
Oleh karena itu, Persib tidak lolos ke perempat final Liga Champions AFC 2026, baik secara administratif maupun teknis. Jika AFC mengeluarkan keputusan resmi nanti, situasinya mungkin berubah. Namun, untuk saat ini, situasi dalam kompetisi tetap berdasarkan hasil di lapangan.