Profil Slamet Suradio, Masisnis KA di Tragedi Bintaro 1987 Dikabarkan Telah Tutup Usia
--
MITRA AUTO - Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai profil Slamet Suradio yang baru saja Meninggal yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Tanah air kembali diselimuti kabar duka. Slamet Suradio dikabarkan meninggal dunia. Sosok yang terkenal karena Tragedi Bintaro 1987 itu menhembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (3/6/2026) dini hari.
Ramainya ucapan duka kepada Slamet Suradio membuat publik bertanya-tanya siapa sosok tersebut.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: Rupiah Melemah Sampai Rp 18.000 per AS Dollar Senasib dengan Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?
Baca juga: Careso Punya Siapa? Ini Sosok Dibalik Parfum Viral dan Lokasi Kantor Offline Storenya!
Baca juga: Jadwal Maintenance eFootball Juni 2026 Sampai Jam Berapa? Intip Update Terbaru dari Konami!
Profil Slamet Suradio
Slamet Suradio merupakan lelaki kelahiran 18 Agustus 1939. Masinis kelahiran Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini mengembuskan napas terakhir dalam usia 87 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Ia meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Bekasi.
Slamet mengawali kariernya di dunia perkeretaapian secara profesional sejak tahun 1964. Berbekal ijazah SMP, Slamet muda diterima bekerja di Perusahaan Negara Kereta Api sebelum namanya diubah menjadi PT KAI.
Awal kariernya, dia bertugas sebagai Inspeksi Jakarta. Tugasnya adalah merawat kereta api, sebelum pemberangkatan. Kemudian tahun 1966, Slamet tertarik mengikuti ujian sebagai asisten masinis dan lolos. Setelah dinyatakan lolos ujian, Slamet diangkat menjadi asisten masinis. Hingga akhirnya ia diangkat menjadi masinis berpangkat pengatur muda pada 1971.
Karena kinerjanya bagus, Slamet dipromosikan menjadi masinis pada tahun 1971. Ia bertugas mengemudikan berbagai kereta. Namun pada tahun 1987, menjadi tahun kiamat bagi karir Slamet sebagai masinis.
Dalam tragedi Bintaro pada 19 Oktober 1987, Mbah Slamet adalah masinis dalam kecelakaan kereta. Dalam insiden itu, sebanyak 156 orang tewas serta 300 orang lainnya terluka.
Tragedi Bintaro 1 merupakan kecelakaan maut antara dua kereta di Jakarta Selatan pada 19 Oktober 1987. Kecelakaan hebat ini berawal saat KA 225 dari Rangkasbitung, bertabrakan dengan KA 220 dari Tanah Abang.
Usai tragedi maut itu, Mbah Slamet dituding sebagai salah satu pihak yang harus bertanggung jawab. Ia pun ditangkap polisi dan diputus bersalah oleh pengadilan dalam insiden ini.