Inallilahi! Slamet Suradio Meninggal Dunia, Perjalanan Hidupnya Menjadi Pelajaran Untuk Cari Keadilan
--
MITRA AUTO - Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai wafatnya Slamet Suradio Meninggal yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Kabar duka datang dari Slamet Suradio meninggal dunia. Sosok yang terkenal karena Tragedi Bintaro 1987 itu menhembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (3/6/2026) dini hari. KAI turut mengucapkan bela sungkawa terhadap kepergian tokoh satu itu.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: VIRAL! Mahasiswa PNJ Sesama Jenis Kepergok Ciuman di Kampus, Kabarnya Terancam Diberi Sanksi DO
Slamet Suradio Meninggal
Slamet Suradio merupakan lelaki kelahiran 18 Agustus 1939. Masinis kelahiran Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini mengembuskan napas terakhir dalam usia 87 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Ia meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Bekasi.
Mbah Slamet panggilan akrabnya, meninggalkan seorang istri, empat anak dan empat cucu. Sebelum meninggal, kondisi kesehatan Slamet terus menurun. Karena itu, dia dirawat oleh salah satu anaknya yang tinggal di Bekasi.
Jenazah Slamet dimakamkan di kampung halamannya, di Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.
pihak pemerintah Desa Gintungan membernarkan nformasi meninggalnya Slamet. Setelah mendapat kabar Slamet meninggal di Cengkareng Bekasi, warga Desa Gintung bergotong royong mempersiapkan prosesi pemakaman.
Pemdes dan warga Gintungan memperoleh kabar duka dari anak kandung Slamet yang mendampingi almarhum selama menjalani perawatan di rumah sakit Bekasi.
“Ada kabar dari anaknya sekitar jam 1 malam (Rabu 3/6/2026), Mbah Slamet meninggal dunia. Selanjutnya di sini (Gintungan) mempersiapkan upacara pemakaman beliau,” ujar Sekretaris Desa Gintungan Jafar Sadan Arif.
Jafar mengatakan bahwa kondisi kesehatan Mbah Slamet memang mengalami penurunan selama beberapa tahun belakang. Umurnya yang sudah lanjut, memaksa almarhum rutin melakukan pengobatan rawat jalan.