Thursday 16th of July 2026

Oknum Dosen UPI Bandung Tipu Wanita Rp100 Juta Pakai Modus Uang Riset Berujung Viral, Begini Klarifikasi Pihak Kampus

Oknum Dosen UPI Bandung Tipu Wanita Rp100 Juta Pakai Modus Uang Riset Berujung Viral, Begini Klarifikasi Pihak Kampus

--

MITRA AUTO - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan Dosen UPI Bandung Tipu Wanita Rp100 Juta. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

Baru-baru ini kembali viral kasus penipuan yang melibatkan oknum dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merespons dugaan kasus penipuan yang melibatkan salah satu dosen bergelar doktor dengan inisial DS.

Baca juga: Jasad Gatot Ditemukan Terkubur di Pekarangan Rumah, Diduga Dihabisi Oleh Anak Angkatnya Sendiri Usai Tak Beri Restu Pernikahan

Baca juga: Klarifikasi Pengacara Yuenchi Arwindi Bantah Jadi Simpanan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Baca juga: Catat Daftar Harga Sembako Hari Ini Juli 2026 Banyak Kebutuhan Pokok yang Naik Termasuk Beras, Gas, Hingga Minyak Goreng

Dosen UPI Bandung Tipu Wanita Rp100 Juta

Kasis ini mencuat usai viral di media sosial yang menarasikan bahwa dosen tersebut diduga menipu seorang wanita dengan meminjam uang ratusan juta rupiah dengan modus untuk melakukan riset.

Kasus penipuan ini kemudian ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @kabarmahasiswa.id.

"Diduga dosen UPI Bandung ngaku sudah cerai dan deketin cewek. Lalu ia pinjam 100 juta-an ke si cewek dengan alasan untuk riset, tapi hingga kini belum lunas dan sulit ditagih," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan meneruskannya kepada pimpinan universitas untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme internal kampus.

"UPI menyampaikan klarifikasi kepada publik terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan yang melibatkan salah seorang dosen di lingkungan UPI. Institusi memahami bahwa informasi tersebut dapat menimbulkan perhatian dan kekhawatiran, baik di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat luas," kata Vidi menjelaskan pada pihak media.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST