Sunday 27th of September 2026

CNG Clustering Didapuk Akan Menggantikan Gas Elpiji 3 Kilogram Tahun Depan, Asli Atau Hoax?

CNG Clustering Didapuk Akan Menggantikan Gas Elpiji 3 Kilogram Tahun Depan, Asli Atau Hoax?

--

MITRA AUTO – Pengembangan compressed natural gas (CNG) Merah Putih sebagai alternatif liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) dinilai tidak bisa langsung diterapkan secara seragam serta serentak di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Energi dan Pangan Indef Abra Talattov mengungkapkan, pengembangan CNG untuk rumah tangga adalah peluang yang perlu didorong.

Karena, ketergantungan terhadap LPG impor membuat Indonesia rentan terhadap perubahan harga internasional, nilai tukar, dan gangguan rantai pasok. Maka pemanfaatan gas domestik bisa memperkuat kemandirian energi.

Baca juga: Geger! Video Viral Biksu Thailand Gelapkan Dana Senilai Rp49M dan Lakukan Adegan Tak Senonoh Dengan Asistennya di Meja Makan

Kendati demikian, Abra menegaskan, pemanfaatan CNG untuk rumah tangga perlu mempertimbangkan kesiapan pasokan, infrastruktur, keekonomian, serta keselamatan.

"Namun, CNG tidak dapat langsung menggantikan LPG 3 kg di seluruh Indonesia. Implementasinya harus dimulai secara selektif dan bertahap," ujar Abra dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pendekatan CNG clustering bisa menjadi model transisi awal yang paling realistis. Model tersebut mengintegrasikan sumber gas, fasilitas kompresi dan pengisian, sistem pengangkutan, juga konsumen dalam satu wilayah layanan.

 

"Kan nanti tahun depan sudah mulai ada ini juga CNG dan seterusnya," ungkap Erani di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Selain CNG 3 kg, Erani menjelaskan bahwa tahun depan Kementerian ESDM berencana memulai program kompor listrik. Lantas mengembangkan jaringan gas di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Link Video Anin Yoya 'Emote Love Blitar' di TikTok dan X, Pasangan Muda Mudi yang Bikin Heboh Jagad Maya

"Ya seperti yang kita ketahui, untuk gas misalnya ada pembangunan jargas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalannya yang dipakai itu," ujarnya.

Erani menambahkan, kalau nantinya kebutuhan di lapangan berada di luar asumsi yang sudah ditetapkan, pemerintah akan membahasnya lebih lanjut.

"Kalau pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah berjalan sepanjang beberapa tahun terakhir ini kan nggak ada perubahan apa-apa. Jadi nanti hal-hal yang di luar asumsi itu pasti akan dibahas lebih lanjut," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran Dasar DPR Said Abdullah menyampaikan berdasarkan hasil panja terkait anggaran subsidi energi dalam pembahasan RAPBN 2027 disepakati sebesar Rp 261,50 triliun. Angka tersebut turun Rp 11,44 triliun dibandingkan usulan pemerintah sebesar Rp 272,94 triliun.

Baca juga: Terungkap! Ini Penyebab Sara Wijayanto Layangkan Gugatan Cerai kepada Demian Aditya Usai Bina Rumah Tangga 12 Tahun

Berdasarkan paparan Said, subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg tahun 2027 disepakati sebesar Rp 131.393,3 miliar atau Rp 131,39 triliun. Angka ini lebih rendah Rp 11.443,2 miliar atau Rp 11,4 triliun dari usulan RAPBN ΤΑ 2027 sebesar Rp 142.836,5 miliar.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST