Wednesday 18th of February 2026

WAR SEAblings vs KNetz Masih Berlanjut, Tak Gentar! Komentar Asbun Netizen Indonesia Malah Bikin Ngakak

WAR SEAblings vs KNetz Masih Berlanjut, Tak Gentar! Komentar Asbun Netizen Indonesia Malah Bikin Ngakak

--

MITRA AUTO – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai SEAblings vs KNetz viral media sosial yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Melansir dari berbagai sumber, fenomena “SEAblings vs Knetz” bermula pada akhir Januari 2026, ketika konser band K-pop DAY6 di Malaysia menjadi titik awal percikan konflik. Dilansir dari CNN Indonesia, permasalahan dimulai ketika sejumlah penggemar asal Korea Selatan tetap mengambil gambar menggunakan kamera profesional saat konser meski sudah ada aturan resmi dari pihak penyelenggara bahwa hal tersebut dilarang dan mendapat teguran dari pihak penyelenggara dan penonton.

Aksi tersebut direkam oleh penggemar lokal Malaysia dan diunggah ke media sosial dengan seruan sederhana agar semua pihak mematuhi aturan. Unggahan itu, yang semula dimaksudkan sebagai pengingat etika, justru menjadi pemicu perdebatan lintas negara.

Baca juga: Rekomendasi Game Penghasil Uang Cepat Terbukti Membayar 2026, Cuma Sekali Klik Banjir Cuan Berkali-kali

Baca juga: Insiden Ujaran Rasis Penumpang Bus TransJakarta Viral Media Sosial, Manajemen Minta Korban Melapor

Percakapan selanjutnya meluas di platform X. Alih-alih mereda, sebagian warganet dari Korea Selatan merespons dengan nada defensif, bahkan melontarkan komentar yang dianggap merendahkan Asia Tenggara. Dari sinilah konflik bergeser dari dunia nyata ke ruang digital.

Konfliknya pun meluas, bukan lagi soal tata tertib konser, melainkan menyentuh isu harga diri kawasan. Narasi tentang ketergantungan budaya, kesenjangan ekonomi, hingga stereotip fisik mulai bermunculan, mengubah persoalan etika menjadi tudingan diskriminasi.

Reaksi keras datang dari warganet Asia Tenggara yang kemudian membangun solidaritas regional yang dikenal dengan SEAblings. Tagar-tagar bernada tuntutan permintaan maaf hingga seruan boikot menjadi tren, disertai konten sindiran terhadap budaya populer Korea dan pengungkitan kasus-kasus lama dugaan diskriminasi terhadap warga Asia Tenggara. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST