Renungan Harian Saat Teduh Kristen Senin 23 Maret 2026 : Anak yang Menyesal (Lukas 15:19)
--
MITRA AUTO - Renungan akan firman Tuhan yang konsisten menguatkan kita, dan juga orang lain. Ini karena merenungkan firman Tuhan membuat kita dekat dengan Tuhan, menjadi sarana introspeksi diri, dan memperkuat mental kita menghadapi masalah. Tepat seperti dikatakan pemazmur, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105).
Kita mendapatkan hasil perenungan karena terlebih dahulu menyediakan waktu untuk merenung. Berdasarkan pengalaman saya dalam merenungkan firman Tuhan, ada tiga manfaat renungan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Baca juga: Renungan Harian Saat Teduh Kristen Hari Ini Minggu 22 Maret 2026 : Memuji Diri (2 Timotius 3:16)
Baca juga: Profil dan Biodata Tommy Lim, Konten Kreator Viral Usai Terungkapnya Kisruh Perceraian Rumah Tangga
Membaca renungan harian adalah hal yang baik dan berguna. Kita mendapatkan wawasan rohani dari si penulis renungan, inspirasi tentang apa yang Tuhan sampaikan lewat firman-Nya. Kita juga bisa belajar dari pengalaman hidup penulis renungan, tentang hidup tokoh-tokoh rohani, peristiwa yang tadinya tidak kita tahu ada di dalam Alkitab, dan lain-lain.
Biasanya, renungan saat teduh dimulai dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan membaca satu atau beberapa ayat Alkitab, kemudian merenungkan isi firman tersebut secara mendalam. Setelah itu, seseorang dapat menuliskan kesan, pelajaran, atau komitmen pribadi sebagai bentuk respon terhadap firman Tuhan. Kegiatan ini sering diakhiri dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur dan permohonan bimbingan Tuhan.
Renungan Harian Saat Teduh Kristen Senin 23 Maret 2026
ANAK YANG MENYESAL
Apakah dosa? Dalam pikiran kita muncul: berdusta, mencuri, membunuh, atau berzinah. Memang itulah pengertian orang pada umumnya dan juga cocok bila diterapkan pada cara hidup anak bungsu, bukan?
Namun, dia sebenarnya tidak disebut anak yang terhilang oleh karena dia telah memboroskan harta dengan hidup berfoya-foya. Tidak, dosa, menurut Alkitab adalah pemutusan hubungan antara Allah dan manusia.