Wednesday 18th of February 2026

Sosok Raden Mas Bayu Purnomo Viral, Oknum Komcad Diduga Lecehkan Santri!

Sosok Raden Mas Bayu Purnomo Viral, Oknum Komcad Diduga Lecehkan Santri!

--

Kecurigaan Rumah Tahfidz muncul setelah memperhatikan perubahan perilaku Y. Setelah penyelidikan yang lebih menyeluruh, tindakan bejat pelaku terungkap. Di sisi lain, Raden Mas Bayu Purnomo awalnya berpendapat bahwa tindakannya hanyalah ungkapan kasih sayang.

Baca juga: Kumpulan Jawaban Unik Nego Neko Shopee Februari 2026, Cara Ampuh Nego Neko Kucing Pintar

Baca juga: Klarifikasi Atta Halilintar Bantah Isu Gen Halilintar Cuek ke Aurel Hermansyah, Tegaskan Semua Baik-Baik Saja

"Saya peluk dan cium dia karena saya menganggapnya seperti anak sendiri. Saya selalu berusaha melindunginya," katanya membela diri.

Ia juga membantah tuduhan bahwa ia hanya berpacaran dengan korban. Pelaku berpendapat bahwa ia selalu mengajak seorang teman ketika pergi bersama Y.

"Saya mengajak dia keluar itu selalu ada teman, tidak pernah hanya berdua," katanya.

Namun, pembelaan pelaku runtuh setelah pengacara Muhammad menyampaikan bukti kuat yang telah dikumpulkan tim hukum.

"Anda tidak usah berbohong, karena kami sudah memiliki banyak bukti, mulai dari rekaman CCTV mal hingga tangkapan layar percakapan Anda dengan korban. Kami sudah bekerja sama dengan pihak mal tempat Anda beraksi" kata Muhammad dengan tegas kepada pelaku.

Setelah mendengar bukti konkret ini, pelaku tidak dapat lagi menyangkalnya. Ia mengakui telah melakukan tindakan cabul di dalam mobil.

Baca juga: Gendis Mayrannisa Resmi Ditangguhkan dari JKT48, Manajemen Ungkap Karena Hal Ini!

"Kalau soal itu (tindakan asusila) benar. Saya akui itu dilakukan lebih dari 10 kali di dalam mobil" katanya.

Lebih lanjut, individu tersebut, yang diduga sedang dalam proses meninggalkan rumah, juga mengakui tindakan pelecehan seksual lainnya terhadap korban. Meskipun ia membantah penetrasi, ia membenarkan bentuk-bentuk pemaksaan seksual lainnya.

"Saya pastikan (penetrasi) tidak benar, demi Allah. Namun, kalau sebaliknya (korban dipaksa melakukan kepadanya) iya benar, saya paksa anak itu. Saya khilaf," pungkasnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST