Seruan Boikot Drama Korea di Media Sosial Viral, Perselisihan K-Netz dan Netizen SEABlings Memanas!
--
Di sisi lain, netizen Korea menanggapi ancaman boikot tersebut dengan skeptisisme. Beberapa berpendapat bahwa banyak penonton asing mengakses konten tersebut secara ilegal, menganggap boikot tersebut tidak signifikan. Yang lain berpendapat bahwa industri hiburan Korea tidak bergantung pada audiens ini.
Baca juga: Diduga Karena Pacaran, Gendis Mayrannisa Ditangguhkan dari JKT48 Tak Bisa Ikut Tampil 3 Bulan!
Komentar lain bahkan menyarankan penggemar yang kecewa untuk berhenti mengonsumsi produk Korea atau tidak mengunjungi Korea. Pernyataan-pernyataan ini, pada gilirannya, memicu reaksi negatif.
Penggemar Asia Tenggara merasa bahwa respons ini memperluas jarak emosional dan berpotensi merusak hubungan antara idola, industri, dan basis penggemar global. Mereka juga menekankan bahwa pasar internasional memainkan peran penting dalam keberhasilan gelombang Hallyu.
Hingga saat ini, masih belum pasti apakah gerakan boikot akan berdampak nyata pada popularitas drama Korea. Debat semakin intensif, tidak hanya mengenai etika di acara-acara, tetapi juga membahas perbedaan budaya, stereotip, dan komentar pribadi yang memperumit situasi.
Situasi memburuk setelah beberapa unggahan viral menyerukan boikot drama Korea. Kampanye tersebut dipresentasikan sebagai bentuk protes terhadap komentar yang dianggap merendahkan penggemar internasional.
Baca juga: Daftar Pemeran Film Pocong Merah Siap Rilis, Digadang jadi Film Paling Horor di Bioskop 2026?
Seruan tersebut menyebar dengan cepat, menghasilkan diskusi tentang dampak ekonomi dan citra industri hiburan Korea di pasar global. Di sisi lain, netizen Korea menanggapi ancaman boikot dengan skeptisisme.