Alasan PT Agrinas Impor 105.000 Unit Pikap & Truk dari India, Rekor Besar untuk Logistik Desa & KDKMP
--
Langkah impor ini menuai sorotan di tengah kondisi pasar otomotif domestik yang lesu belakangan ini, di mana penjualan kendaraan niaga nasional mengalami penurunan signifikan. Beberapa pihak mengkritik potensi dampak terhadap kemandirian industri lokal dan lapangan kerja, sementara pendukung program menekankan urgensi pasok cepat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah menegaskan bahwa pengadaan ini tidak bertentangan dengan upaya peningkatan produksi dalam negeri, melainkan solusi sementara untuk kebutuhan mendesak program KDKMP.
Prospek Program KDKMP
Pengadaan 105.000 unit ini diharapkan menjadi game-changer bagi logistik desa, mengurangi ketergantungan pada transportasi konvensional yang mahal dan lambat, serta meningkatkan efisiensi distribusi pangan dari petani langsung ke konsumen. Dengan armada modern berstandar internasional, program ini juga berpotensi menurunkan biaya logistik hingga puluhan persen di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sekaligus mendukung UMKM desa dalam rantai pasok.
Meski menuai pro dan kontra, inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam modernisasi sektor pertanian dan koperasi. Pengiriman tahap awal dari Mahindra dijadwalkan mulai 2026, diikuti pengiriman bertahap dari Tata Motors. Agrinas terus berkoordinasi dengan stakeholder untuk memastikan implementasi lancar, termasuk pelatihan pengemudi, maintenance armada, dan integrasi dengan infrastruktur gudang yang sedang dibangun.
Dengan skala sebesar ini, pengadaan Agrinas tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tapi juga membuka peluang kolaborasi internasional di sektor otomotif komersial. Pantau perkembangan selanjutnya untuk update distribusi armada dan dampak nyata di lapangan—langkah besar menuju Indonesia mandiri pangan!