Friday 20th of February 2026

Alasan PT Agrinas Impor 105.000 Unit Pikap & Truk dari India, Rekor Besar untuk Logistik Desa & KDKMP

Alasan PT Agrinas Impor 105.000 Unit Pikap & Truk dari India, Rekor Besar untuk Logistik Desa & KDKMP

--

MITRA AUTO - PT Agrinas Pangan Nusantara, sebagai BUMN strategis di sektor pangan dan pertanian, resmi mengamankan kontrak pengadaan besar-besaran sebanyak 105.000 unit kendaraan niaga ringan jenis pikap dan truk ringan dari dua raksasa otomotif India: Mahindra & Mahindra serta Tata Motors. Keputusan ini menjadi salah satu impor kendaraan komersial terbesar di Indonesia pada awal 2026, sekaligus rekor ekspor terbesar sepanjang sejarah Mahindra dan order terbesar Tata Motors di kawasan Asia Tenggara. Pengadaan ini bertujuan memperkuat logistik pedesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dirancang untuk mendukung rantai pasok nasional, distribusi pangan merata, serta ketahanan pangan jangka panjang di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil dan pedesaan yang sulit dijangkau infrastruktur darat konvensional.

Program KDKMP sendiri merupakan inisiatif ambisius pemerintah untuk membangun ekosistem koperasi modern di tingkat desa/kelurahan, termasuk pembangunan ribuan gudang dan outlet distribusi. Kendaraan niaga ini akan digunakan sebagai armada distribusi utama untuk mengangkut hasil pertanian, bahan pangan subsidi, serta barang kebutuhan pokok dari desa ke kota dan sebaliknya. Pemilihan supplier India didasarkan pada kemampuan pasok skala besar dalam waktu singkat, harga kompetitif, serta spesifikasi teknis yang sesuai kebutuhan operasional di medan pedesaan Indonesia yang beragam—mulai dari jalan tanah berlumpur hingga jalur pegunungan.

Baca juga: Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka! Target 7.600 Peserta Hingga 29 Maret, Dapatkan Promo Cashback Menarik!

Baca juga: Sosok Suami Berlyn Carl? Viral Dugaan Perselingkuhan dengan Ustadzah Sahabat Sendiri Wanita Bercadar

Rincian kontrak mencakup:

  • Mahindra & Mahindra: 35.000 unit Scorpio Pik Up, diproduksi di pabrik Nashik, India, dengan pengiriman dimulai tahun 2026.
  • Tata Motors: 70.000 unit, terdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up (medium-duty pickup dengan GVW 3.890 kg, mesin diesel 2.000 cc, tenaga 100 HP) dan 35.000 unit Tata Ultra T.7 Light Truck (truk ringan tangguh untuk muatan berat).

Semua unit Tata Motors akan didistribusikan melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia sebelum diserahkan ke Agrinas. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, telah membenarkan pengadaan ini sebagai langkah strategis untuk memenuhi target operasional program nasional secara cepat dan efisien.

Proses Tender APM 

Dalam proses pengadaan, pemerintah melibatkan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan niaga di Indonesia melalui mekanisme tender terbuka. Beberapa APM, termasuk PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor resmi Mitsubishi Fuso, sempat diundang dan berpartisipasi dalam tahap tender. Namun, keputusan akhir untuk mengimpor langsung dari India sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah dan instansi terkait guna memastikan target waktu operasional tercapai tanpa hambatan.

Baca juga: Asal Usul Nama Gamis Bini Orang Viral di Tanah Abang, Cek Harganya Berikut ini Ada Banyak Model Cantik

Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menyatakan: "Proses pengadaan unit untuk Agrinas pada dasarnya melibatkan para APM melalui proses tender. Namun, terkait keputusan akhir mengenai pemenuhan unit melalui jalur impor, hal tersebut sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan target waktu operasional mereka tercapai." Ia menambahkan bahwa KTB tidak melakukan lobi khusus, melainkan fokus pada pemenuhan komitmen supply, kualitas kendaraan, keamanan, serta pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang di seluruh Indonesia.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST