Dapat Kritik Pedas DPR! Bos Agrinas Tunda Impor 105.000 Unit Mobil Pick Up dari India,
--
MITRA AUTO – Dunia otomotif digegerkan dengan rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) yang melakukan kontrak pengadaan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga berupa pikap dan truk impor buatan pabrikan otomotif India untuk keperluan program Kopdes Merah Putih. Hal tersebut tentunya mendapatkan sorotan hingga kritik pedas. Berikut ulasan lengkapnya!
Seperti penjelasan di atas, PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) yang melakukan kontrak pengadaan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga berupa pikap dan truk impor buatan pabrikan otomotif India untuk keperluan program Kopdes Merah Putih. Sebanyak 35.000 unit dipasok oleh Mahindra & Mahindra (Mahindra), sedangkan 70.000 unit lainnya oleh Tata Motors lewat PT Tata Motors Distribusi Indonesia.
Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota mengakui, nilai total kontrak pengadaan itu mencapai Rp24,66 triliun. Nilai ini jauh lebih murah 50% bila menggunakan produk dalam negeri. Unit pikap yang diimpor sudah tiba sebanyak 200 unit ke Tanah Air dan sudah didistribusikan ke Kopdes Merah Putih. Rencananya pada pekan depan akan tiba lagi 400 unit pikap. Dan sampai akhir bulan Februari akan tiba 1.000 unit.
Baca juga: Download FF Kipas Tornado 2026 Terbaru: Anti Lag & Cinematic di HP Kentang dan Bikin FPS Stabil
Kadin Indonesia menilai impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dinilai dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri, tidak menggerakkan ekonomi, dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah. Selain itu, industri otomotif nasional menyatakan sanggup menyediakan mobil pikap yang dibutuhkan Kopdes Merah Putih.
"Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga," kata Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin dikutip Senin (23/02/2026).
Selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, menurut Saleh Husin yang juga mantan Menteri Perindustrian itu, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan Kopdes Merah Putih.
Saleh Husin mengatakan target laju pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo hanya bisa dicapai jika industri dalam negeri bertumbuh. Presiden berulang kali menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk memperbesar nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan ekspor. Banyak sekali multiplier effect dari industri, termasuk industri otomotif yang memiliki backward dan forward linkage yang besar.