Saturday 9th of May 2026

Hantavirus Mengancam Indonesia! Mengenal Bahaya Seoul Virus dan Cara Memutus Rantainya

Hantavirus Mengancam Indonesia! Mengenal Bahaya Seoul Virus dan Cara Memutus Rantainya

--

Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahan

Pasien yang terinfeksi Hantavirus di Indonesia umumnya mengeluhkan gejala Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu demam berdarah yang disertai gangguan fungsi ginjal. 

 

  • Gejala Awal: Mirip flu, seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, nyeri perut, mual, dan muntah.
  • Penularan: Penyakit ini bersifat zoonosis, ditularkan dari hewan pengerat (tikus dan celurut) ke manusia melalui:
    • Kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur tikus.
    • Gigitan tikus.
    • Menghirup debu atau aerosol yang telah terkontaminasi oleh limbah tikus. 

Baca juga: Apa Itu Midwest Emo? Rekomendasi Genre Musik Melankolis tapi Berisik yang Digandrungi Anak Gen Z Sekarang Ini

Baca juga: Profil Lengkap Rangga Nattra Mainkan Peran Nunu di Film Dilan ITB 1997, Ternyata Merupakan Sutradara Puluhan Serial TV!

Baca juga: Link Nonton Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali (2026), Kisah Dinar Dihadapkan Pada Pilihan Sulit Antara Dua Pria yang Dicintainya

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.
  1. Pengendalian Tikus: Menutup celah rumah tempat masuknya tikus dan menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat.
  2. Kebersihan Lingkungan: Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi tikus, gunakan masker dan sarung tangan. Disarankan membasahi area dengan cairan pemutih terlebih dahulu daripada menyapu kering untuk mencegah virus beterbangan di udara.
  3. Cuci Tangan: Rutin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, terutama jika melakukan kontak dengan area gudang atau kebun.

Pemerintah melalui dinas kesehatan di berbagai daerah kini terus memperketat surveilans dan edukasi kepada masyarakat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gaya hidup sehat, ancaman Hantavirus dapat ditekan.

Kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bebas hama bukan lagi sekadar urusan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keselamatan jiwa di tengah ancaman penyakit zoonosis yang semakin nyata.

 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST