Kasus Penipuan Riset Demi Manfaatkan Travel Grant, Ngotot Palsukan Penelitian Demi Jalan-Jalan?
--
MITRA AUTO - Ini dia Penipuan Riset Travel Grant yang viral karena palsukan sebuah riset sudah kami rangkum buatmu. Simak terus artikel di bawah ini biar nggak ketinggalan informasinya!
Berbagai informasi bisa dengan mudah dan cepat dibagikan di era digital ini. Apalagi algoritma media sosial dibentuk untuk mengikuti topik-topik yang memang menjadi langganan pengguna dan yang sedang ramai di perbincangkan. Seringkali informasi ini dibagikan tanpa adanya konfirmasi lebih lanjut atau kejelasan informasi siapa kah orang yang sedang diperbincangkan itu.
Salah satunya adalah berita panas pemalsuan riset yang dilakukan oleh sekelompok orang dari Indonesia. Kasus penipuan ini langsung menjadi sorotan netizen dan berbondong-bondong mencari tahu kelanjutan dari kasus ini.
Baca juga: Heboh! Harry Erje Kritik Jembatan Rusak dan Berlubang di Jember, Akan Berikan Solusi Permanen?
Kasus Penipuan Riset
Kasus dugaan pemalsuan riset melibatkan sejumlah orang, yaitu Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti. Mereka disebut-sebut mempresentasikan hasil penelitian yang kemudian diduga tidak valid atau direkayasa.
Dugaan penipuan riset ini muncul setelah diadakannya konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026 yang dihadiri oleh Dwi Daningrat. Dalam konferensi tersebut, Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti berada dalam satu kelompok. Mereka mempresentasikan sejumlah hasil penelitian yang dianggap sangat impresif.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, muncul dugaan bahwa penelitian yang mereka bawa sebenarnya merupakan hasil bualan semata dan tidak pernah benar-benar dilakukan.
Setelah beredarnya kabar tersebut, sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang dituduh terlibat dalam dugaan pemalsuan riset tersebut. Pihak humas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyatakan belum menerima informasi resmi terkait kasus tersebut.