Thursday 16th of July 2026

Kronologi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tewaskan 1 Bocah dan 2 Lainnya Luka Berat, Keluarga Korban Tuntut Tersangka yang Diduga Anak Pemilik Pondok

Kronologi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tewaskan 1 Bocah dan 2 Lainnya Luka Berat, Keluarga Korban Tuntut Tersangka yang Diduga Anak Pemilik Pondok

--

Kemudian usai dipisahkan, BBM untuk kebutuhan kepentingan cat, tersangka kemudian mengajak korban mencari kayu untuk membuat ketapel dan berkumpul di salah satu ruangan.

"Jadi mereka berkumpul di sana itu untuk membuat ketapel di mana pemahaman dari terlapor anak (tersangka MR), apabila kayu yang berbentuk V dibakar akan membentuk huruf U," ujar Punguan, Kamis (9/7/2026).

Kamar kosong ini jauh dari pengamatan, tertutup, dan terhalang pandangannya dari luar karena berada persis di belakang salah satu gedung tidak terpakai yang berada di area ponpes.

Lalu ketika lima santri berkumpul berada di dua posisi, tiga anak berada di tengah dekat tempat tidur dan dua anak dekat pintu.

"Terlapor anak (MR) mencoba menghidupkan api dengan menuangkan bensin ke plastik mika untuk membakar kayu tersebut. Namun sisa api menyambar sisa BBM yang ada di dalam botol sehingga timbul percikan api dalam botol berisi BBM tersebut," terangnya.

Baca juga: Video Istri Gerebek Suami Selingkuh di Kost Jombang Viral di Media Sosial, Polisi Akui Belum Terima Laporan Resmi

Baca juga: Croissant Pattaya atau Hair Croissant yang Viral di Medsos, Gagal Memperoleh Sertifikasi Halal Dari MUI, Begini Penyebabnya!

Baca juga: Viral Croissant Berambut dari Toko Roti di Thailand Viral SeAsia Tenggara, Warganet Sebut Bentuknya Mirip Itu

Api yang cepat membesar membuat mereka panik dan mencoba memadamkan dengan cara memukul ujung botol yang terdapat sisa BBM.

Namun, si Jago Merah makin membesar dan menyambar kasur. Sehingga mereka panik dan mencoba menyelamatkan diri.

Lalu, dua anak termasuk tersangka berhasil keluar ruangan. Sementara tiga anak terjebak di dalam ruangan dan pintu tidak dapat dibuka karena tidak ada pengaitnya.

"Posisi pintu dalam kamar tersebut harus dibuka ke dalam bukan dibuka ke luar sehingga tiga anak yang sudah tersulut api panik tidak bisa menarik pintu untuk dibuka," tandas Punguan.

Ketiga korban berhasil diselamatkan setelah tersangka MR meminta bantuan dan pintu didobrak dari luar. Lalu, korban dibawa ke puskesmas oleh pimpinan ponpes untuk mendapatkan perawatan medis.

Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai kejadian kali ini. Semoga korban diterima di sisi-Nya dan tersangka mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatan yang dilakukannya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST