Innalillahi! RSGM Universitas Jember Berduka, Drg Ajeng Fitrianti Dikabarkan Meninggal Dunia
--
MITRA AUTO – Kabar duka menyelimuti keluarga besar RSGM Universitas Jember. Drg Ajeng Fitrianti dikabarkan meninggal dunia pada 7 September 2026.
Drg Ajeng Fitrianti lahir pada 21 Agustus 1979, sehingga wafat pada umur 47 tahun. Dokter Gigi Spesialis Oral Diagnosa tersebut ditugaskan di RSGM Universitas Jember selama kurang lebih 12 tahun.
Kabar duka meninggal dunia drg Ajeng Fitrianti dilansir JatimNetwork.com melalui postingan akun Instagram @kemenagjember.
Adapun profil drg Ajeng Fitrianti yang mengabdi sebagai dokter gigi selama belasan tahun tersebut adalah lulusan dari Universitas Jember (UNEJ).Drg Ajeng Fitrianti menempuh pendidikan pascasarjana di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Selain aktif sebagai dokter gigi di rumah sakit, drg Ajeng Fitrianti juga adalah pendiri sekaligus dokter praktik di klinik gigi mandiri bernama Rumah Sehat Nurjannah. Klinik tersebut berlokasi di Tegal Besar, Kaliwates, Jember.
Sosoknya juga sempat berpraktik sementara di Klinik Permata Dental. Dalam organisasi, kepengurusan ikatan alumni kampus, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris 1 Keluarga Alumni (KAUJE) FKG Universitas Jember.
Suami drg Ajeng Fitrianti merupakan seorang guru MTsN 1 Jember, Abdul Bari. Sebagai seorang dokter, sosok drg Ajeng Fitrianti dikenal ramah dan berdedikasi tinggi dalam dunia pelayanan medis kesehatan gigi.
Berita terkait wafatnya drg. Ajeng Fitrianti, M.Kes diumumkan secara resmi melalui jejaring civitas akademika dan alumni Kedokteran Gigi di Jember.
Kabar duka tersebut disampaikan secara tertulis melalui Instagram Resmi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (@fkg_unej).
Pihak dekanat, keluarga besar FKG, serta RSGMP Universitas Jember menyampaikan ucapan duka mendalam atas berpulangnya beliau sebagai salah satu tenaga medis senior yang telah mengabdi lebih dari 12 tahun di bagian Oral Diagnosis.
Tidak ditemukan adanya laporan kasus hukum atau pemberitaan miring di media massa nasional terkait wafatnya beliau. Wafatnya beliau murni sebagai kabar duka di lingkungan profesi medis dan akademis Jember.
Karena hal ini merupakan kabar duka, informasi mendetail mengenai penyebab atau waktu persis wafatnya tidak dipublikasikan secara terbuka demi menjaga privasi keluarga yang ditinggalkan.