Harga Pangan Terbaru Hari ini 17-18 Februari 2026: Bawang Merah & Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Inflasi Harga Jelang Ramadan
--
MITRA AUTO - Fluktuasi harga pangan strategis terus menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, terutama menjelang Ramadan 1447 H yang semakin dekat. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga bawang merah dan cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi pada pertengahan Februari 2026. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli rumah tangga dan berkontribusi terhadap inflasi pangan, mengingat kedua komoditas tersebut merupakan bumbu dapur esensial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Data PIHPS pada Sabtu, 14 Februari 2026, mencatat harga bawang merah nasional di tingkat pedagang eceran mencapai Rp44.350 per kilogram, sementara cabai rawit merah berada di angka Rp76.500 per kilogram. Meskipun artikel awal merujuk data tersebut, pemantauan terkini hingga Senin, 16 Februari 2026, menunjukkan tren kenaikan lanjutan. Harga cabai rawit merah bahkan tembus Rp79.550 per kilogram, sementara bawang merah naik menjadi Rp48.650 per kilogram. Lonjakan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, gangguan distribusi, serta permintaan yang meningkat menjelang hari raya besar.
Daftar Harga Pangan Strategis Nasional Terkini (Pedagang Eceran, 17-18 Februari 2026)
Berikut rincian harga berdasarkan update PIHPS dan sumber terpercaya seperti Antara News:
- Cabai Rawit Merah → Rp79.550/kg (masih tinggi, melonjak signifikan)
- Bawang Merah → Rp48.650/kg (naik dari sebelumnya)
- Bawang Putih → Rp45.650/kg (mengalami peningkatan)
- Cabai Merah Besar → Rp53.300/kg
- Cabai Merah Keriting → Rp55.900/kg
- Cabai Rawit Hijau → Rp54.000/kg (kisaran rata-rata)
- Telur Ayam Ras → Rp33.550/kg (sedikit naik, relatif stabil)
- Daging Ayam Ras → Rp41.500/kg (stabil)
- Daging Sapi Kualitas I → Rp143.750/kg (stabil)
- Beras Kualitas Medium I → Rp15.950/kg
- Beras Kualitas Super I → Rp17.200/kg
- Gula Pasir Premium → Rp19.850/kg
- Minyak Goreng Curah → Rp19.000/liter
- Minyak Goreng Kemasan Bermerek I → Rp22.650/liter
Harga beras menunjukkan variasi berdasarkan kualitas, dengan jenis medium dan super berada di kisaran Rp15.800–Rp17.200 per kilogram, yang relatif terkendali berkat intervensi pemerintah melalui operasi pasar dan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Penyebab Kenaikan Harga Bawang & Cabai serta Dampaknya
Kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit merah disebabkan oleh beberapa faktor utama:
- Cuaca ekstrem di sentra produksi seperti Brebes (Jawa Tengah) untuk bawang merah dan berbagai daerah penghasil cabai di Jawa, Sumatera, serta Sulawesi, yang mengganggu panen.
- Gangguan rantai pasok akibat banjir atau musim hujan yang memengaruhi transportasi.
- Peningkatan permintaan menjelang Imlek dan Ramadan, di mana konsumsi bumbu dapur melonjak untuk kebutuhan masakan rumah tangga dan usaha kuliner.
Komoditas protein seperti daging ayam, daging sapi, dan telur ayam relatif lebih stabil, menandakan pasokan yang cukup dari peternakan nasional. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat, karena protein hewani tetap terjangkau meski harga bumbu naik.
Baca juga: Sinopsis Return of the Devourer, Manhua Reinkarnasi Devourer Si Chen Ubah Masa Depan Dunia
Upaya Pemerintah dan Prediksi ke Depan
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau situasi. Menteri Pertanian menyatakan stok pangan nasional melimpah untuk beberapa komoditas utama, sehingga tidak ada alasan harga naik berlebihan. Langkah antisipasi meliputi:
- Operasi pasar murah di berbagai daerah.
- Gerakan pangan murah oleh pemerintah provinsi (misalnya 69 titik di Kepri sepanjang 2026).
- Impor terukur jika diperlukan untuk komoditas rentan seperti bawang putih.
Namun, tekanan harga jelang Ramadan diprediksi akan meningkat, terutama pada cabai dan bawang. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam belanja, memanfaatkan pasar tradisional atau gerakan pangan murah, serta mengurangi pemborosan untuk menjaga stabilitas.
Pemantauan harga pangan melalui PIHPS menjadi instrumen penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen dalam mengantisipasi inflasi. Data real-time ini dapat diakses langsung di situs resmi PIHPS atau kanal terpercaya seperti Bank Indonesia. Dengan pengawasan ketat dan kerjasama semua pihak, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang dan berkecukupan. Pantau terus update harian untuk informasi terkini!