Pelayanan MBG Tetap Berjalan Saat Ramadan dan Lebaran 2026, BGN Pastikan Gizi Seimbang Tetap Terpenuhi
--
MITRA AUTO - Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen kuat untuk menjaga kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, libur serta cuti bersama Idul Fitri, hingga perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN Dadan Hindayana, yang menekankan bahwa pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban distribusi, dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama meski berada di tengah periode ibadah dan libur nasional panjang.
Program MBG, yang merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, bertujuan mengatasi masalah gizi buruk, stunting, dan kekurangan nutrisi pada kelompok rentan. Sasaran utama meliputi anak sekolah (peserta didik), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 6–59 bulan. Hingga awal 2026, program ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh provinsi, dengan menu harian yang dirancang memenuhi standar gizi seimbang: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat.
Dalam keterangan resminya pada Sabtu (14/2/2026), Dadan Hindayana menyatakan: “Pelayanan MBG pada Ramadan dan libur serta cuti bersama Lebaran serta Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas.” Pernyataan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang mengatur mekanisme khusus agar layanan tidak terganggu.
Baca juga: Siapa Naufal Samudra Aktor Muda yang Dirumorkan Dekat Jule, Netizen Ungkap Banyak Bukti di Threads
Penyesuaian Khusus Selama Ramadan
Untuk menghormati ibadah puasa mayoritas masyarakat Muslim, BGN menerapkan empat skema penyaluran sesuai karakteristik penerima manfaat. Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap mendapatkan distribusi penuh tanpa pengurangan, karena mereka tidak terikat kewajiban puasa. Makanan disiapkan sebagai siap santap dengan masa simpan aman hingga 12 jam atau lebih, sehingga bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Bagi peserta didik Muslim yang berpuasa, menu MBG disesuaikan menjadi makanan kering atau tahan lama yang mudah dibawa pulang dan dinikmati saat berbuka. Contoh menu yang direkomendasikan meliputi kurma (sumber energi cepat), telur rebus atau telur asin, buah-buahan segar, abon, roti, serta penganan lokal tahan lama seperti kue tradisional. BGN secara tegas melarang penggunaan produk ultra-processed food (UPF) dan makanan pedas dalam menu Ramadan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kualitas gizi.
Di daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim atau tidak menjalankan puasa, distribusi MBG berjalan normal sesuai jadwal reguler tanpa perubahan. Penyesuaian ini memastikan program tetap inklusif dan tepat sasaran, sekaligus menghindari pemborosan atau gangguan terhadap pelaksanaan ibadah.
Skema Distribusi Saat Libur Lebaran dan Cuti Bersama
Untuk periode libur Idul Fitri dan cuti bersama (diperkirakan 18–24 Maret 2026), BGN menerapkan mekanisme bundling paket makanan. Pendistribusian dilakukan lebih awal pada hari terakhir sebelum libur, yaitu Selasa, 17 Maret 2026. Setiap penerima manfaat mendapatkan satu paket makanan sehat reguler ditambah tiga paket bundling untuk alokasi hari Rabu hingga Jumat. Paket bundling ini dirancang agar makanan tetap aman dikonsumsi selama periode libur panjang, dengan kemasan higienis dan label informasi gizi lengkap.
Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya kekurangan asupan gizi pada anak-anak dan kelompok rentan saat sekolah tutup atau aktivitas masyarakat terbatas. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mendukung kebijakan ini, menegaskan bahwa MBG harus tetap berjalan untuk menjaga momentum penurunan angka stunting nasional.