Monday 16th of February 2026

Mengenal Scratch dan ScratchJr: Platform Coding Gratis MIT yang Ubah Kecanduan Gadget Anak Jadi Karya Kreatif di 2026

Mengenal Scratch dan ScratchJr: Platform Coding Gratis MIT yang Ubah Kecanduan Gadget Anak Jadi Karya Kreatif di 2026

--

MITRA AUTO - Di tengah kekhawatiran orang tua terhadap dampak negatif gadget pada anak, seperti kecanduan scrolling media sosial yang tak berujung, muncul solusi inovatif yang justru memanfaatkan layar untuk hal positif: Scratch dan ScratchJr. Platform coding visual gratis dari MIT Media Lab ini telah menjadi fenomena global, mengubah anak dari sekadar konsumen konten menjadi pencipta cerita, game, dan animasi interaktif.

Dilansir dari Pikiran Rakyat Bengkulu (22 Januari 2026), Scratch bukan aplikasi baru, melainkan komunitas coding terbesar dunia untuk anak usia 8-16 tahun, dikembangkan sejak 2007 oleh Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab. Hingga 2026, platform ini telah mencatat lebih dari 1 miliar proyek dibuat oleh jutaan pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang semakin aktif melalui kurikulum Merdeka Belajar dan kompetisi nasional seperti Scratch Olympiad.

Baca juga: Game Anti Ribet! Redling 2 & Echo: Masterpiece Inovatif Komunitas Scratch Februari 2026

Baca juga: PT Semen Padang Lepas Pengiriman Perdana SEPABLOCK untuk Hunian Tetap Pascabencana Sumatera

Prinsip Utama Scratch: "Imagine, Program, Share"

Scratch dirancang dengan filosofi sederhana: anak belajar coding tanpa mengetik kode rumit. Menggunakan antarmuka drag-and-drop blok warna-warni, mirip menyusun puzzle Lego, anak bisa memprogram karakter (sprite) untuk bergerak, berbicara, melompat, bahkan bernyanyi. Konsep dasar pemrograman seperti sequence (urutan), loop (pengulangan), conditional (if/else), variabel, dan event dipelajari secara intuitif sambil bermain.

Manfaatnya tak hanya teknis. Laporan tahunan Scratch Foundation menunjukkan dampak positif pada kesejahteraan mental anak:

  • 87% pengguna merasa gembira (joy) saat berkarya.
  • 86% menikmati koneksi positif dengan komunitas global.
  • 81% merasa berdaya untuk berbagi ide.

Di Indonesia, Scratch sering diintegrasikan dalam pembelajaran informatika dasar di SD hingga SMP. Penelitian lokal menunjukkan bahwa siswa yang belajar Scratch mengalami peningkatan kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, dan problem-solving. Platform ini juga mendukung lebih dari 70 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga mudah diakses anak di daerah seperti Bengkulu.

ScratchJr: Versi Khusus untuk Anak Usia Dini (5-7 Tahun)

Untuk balita yang belum lancar membaca, hadir ScratchJr—aplikasi mobile gratis untuk iOS dan Android yang dikembangkan kolaborasi MIT Media Lab, Tufts University, dan Playful Invention Company. ScratchJr menggunakan blok gambar ikonik tanpa teks rumit, memungkinkan anak membuat cerita interaktif sederhana: kucing melompat, mobil bergerak, atau karakter menari mengikuti irama musik.

Fitur unggulan ScratchJr meliputi:

  • Blok visual intuitif untuk gerakan, suara, dan latar belakang.
  • Mode offline agar anak bisa berkreasi tanpa koneksi internet.
  • Coding Cards (set kartu aktivitas) untuk panduan proyek menyenangkan seperti membuat pesta ulang tahun virtual atau petualangan hewan.

Penelitian menunjukkan ScratchJr meningkatkan kemampuan problem-solving, koordinasi tangan-mata, dan literasi digital sejak dini. Di Indonesia, banyak PAUD dan TK mulai mengadopsi ScratchJr sebagai bagian literasi baru, selaras dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics).

Source:

Update Terbaru

RELATED POST