Wednesday 18th of February 2026

Kronologi Kasus Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung, Pengkhianatan Teman Sendiri Akibat Sakit Hati

Kronologi Kasus Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung, Pengkhianatan Teman Sendiri Akibat Sakit Hati

--

Baca juga: Profil Gabriella Quinlyn, Biodata Lengkap, Pernah Pacaran dengan Naufal Samudra yang Kini Digosipkan Dekat dengan Jule

Baca juga: 10 Ide Jualan Kopi Literan untuk Takjil Ramadan 2026, Modal Kecil Dijamin Sold Out Sebelum Adzan Magrib

Usai melakukan penyerangan, kedua pelaku melarikan diri ke Tasikmalaya, lalu berpindah ke Garut hingga akhirnya ditangkap aparat. Polisi menyatakan pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya, YA datang dari Garut dengan tujuan menemui korban bahkan sudah membawa pisau sejak perjalanan. Dari pengakuan pelaku, rencana pertemuannya dengan korban sebenarnya disusun YA dua hari sebelum pembunuhan terjadi.

Keduanya berangkat bersama ke Bandung. Setelah bertemu di sekitar sekolah korban, YA mengajak ZAAQ menuju area bekas tempat wisata. AP menunggu di bagian luar lokasi. Di lokasi kejadian, percakapan di antara keduanya memicu cekcok. YA memukul kepala korban menggunakan botol hingga korban terluka dan terjatuh. Setelah itu, penusukan dilakukan berulang kali ke bagian perut.

Usai penyerangan, YA membawa ponsel dan jaket korban lalu kembali ke Garut bersama AP. Ponsel korban kemudian digunakan pelaku untuk mengirim pesan kepada keluarga dan teman korban dengan narasi seolah terjadi penculikan.

Baca juga: Link Video Gilcan Ambon 54 Detik Viral ASLI, Selebgram ini Jadi Sorotan Netizen Cowok

Baca juga: BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Peluang Kerja untuk Lulusan D3-S1, Terakhir Sebelum 28 Februari

Selama korban hilang selama Senin sampai Jumat itu, beredar pesan berantai di sosial media bahwa bocah SMP itu menjadi korban penculikan dengan menampilkan percakapan WhatsApp antara korban dengan temannya.

Motif pembunuhan disebut dipicu sakit hati setelah korban memutus hubungan pertemanan dengan pelaku. Dari keterangan penyidik, keduanya telah saling mengenal sekitar tiga tahun dan memiliki hubungan dekat sebagai teman. Pelaku merasa kecewa dengan sikap korban yang memutuskan pertemanan mereka. Kekesalan itu memuncak sampai lahir rasa ingin menghabisi korban.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST