Isu Panas! 196 Alumni Mahasiswa FK UISU Terancam DO Hingga Tuntut Hak Ikut Uji Kompetensi Dokter
--
MITRA AUTO – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai alumni FK UISU terancam DO yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Melansir dari berbagai sumber, sebanyak 196 alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) yang berstatus retaker mendatangi Gedung Rektorat untuk meminta kejelasan terkait keikutsertaan mereka dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian nasional tersebut merupakan tahapan akhir yang wajib ditempuh sebelum memperoleh gelar dokter.
Para alumni menyampaikan kekhawatiran mereka karena belum terdaftar sebagai peserta ujian, padahal seluruh proses pendidikan, termasuk kepaniteraan klinik (koas), telah mereka selesaikan. Jika tidak segera mendapatkan kepastian, mereka terancam berstatus drop out (DO).
Baca juga: Siapa Isel Fricella? Intip Profil dan Biodata Aktris Cantik Pemeran Husna di Sinetron 99 Nama Cinta
Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Hari Ini Februari 2026 Spesial Ramadhan, Menangkan Hadiah OVR 117
Berdasarkan pertemuan dengan pihak kampus, suasana diskusi berlangsung cukup tegang. Sejumlah alumni mempertanyakan alasan belum didaftarkannya mereka ke UKMPPD, sementara institusi lain disebut telah memberikan kesempatan bagi para retaker untuk kembali mengikuti ujian.
Salah seorang alumni mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti ujian kompetensi berkali-kali sejak lulus koas, namun belum berhasil lulus pada salah satu bagian ujian berbasis komputer (CBT), meskipun telah menyelesaikan uji praktik klinik (OSCE). Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan karena akses mengikuti ujian menjadi persoalan utama.
Selain itu, para alumni juga menyoroti besarnya biaya pendidikan yang telah dikeluarkan selama menempuh studi kedokteran hingga tahap profesi. Mereka menilai, setelah menginvestasikan waktu dan dana yang tidak sedikit, kesempatan untuk mengikuti ujian kompetensi seharusnya tetap diberikan.