Wednesday 16th of September 2026

Depresi Tertipu Ratusan Juta Rupiah, Motif Bule Australia Nekat Cekik Dua Anak Kandung

Depresi Tertipu Ratusan Juta Rupiah, Motif Bule Australia Nekat Cekik Dua Anak Kandung

--

MITRA AUTO - Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar bersama Kepolisian Sektor Kuta akhirnya berhasil mengungkap tabir di balik tragedi maut yang menimpa satu keluarga warga negara asing di Bali. Kasus kematian tragis tiga orang di dalam kamar penginapan Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, kawasan wisata Legian Tengah, Kabupaten Badung, kini menemui titik terang. Aparat penegak hukum secara resmi memaparkan dugaan kuat mengenai motif utama yang mendorong seorang ayah berkebangsaan Australia tega menghabisi nyawa kedua anak kandungnya sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Berdasarkan rilis data dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terbaru, pelaku utama diidentifikasi sebagai seorang pria asal Australia berinisial DJS yang berusia 57 tahun.

Baca juga: Video Kepsek dan Guru SD di Pekalongan yang Viral Masih Banyak Dicari di Media Sosial, Oknum yang Bersangkutan Tetap Boleh Mengajar

Sementara dua korban meninggal dunia lainnya merupakan anak kandungnya sendiri yang statusnya masih balita, yakni seorang anak laki-laki berinisial ADS berumur 7 tahun dan anak perempuan berinisial LKS berumur 4 tahun. Jasad ketiga warga negara asing tersebut ditemukan pertama kali oleh pemilik penginapan bersama petugas keamanan lingkungan setempat setelah terpaksa mendobrak pintu kamar yang terkunci rapat dari dalam sejak beberapa hari.

Kapolresta Denpasar menjelaskan bahwa berdasarkan hasil sinkronisasi bukti-bukti di lapangan, pemeriksaan saksi kunci, serta pemeriksaan luar tubuh oleh tim kedokteran forensik RSUP Prof. Ngoerah, motif utama tindakan keji ini berakar dari masalah kejiwaan berat. Pelaku DJS diketahui mengalami depresi psikologis yang sangat ekstrem setelah menjadi korban penipuan investasi bodong bernilai fantastis.

Akibat penipuan tersebut, seluruh tabungan keluarga dan modal usaha miliknya yang mencapai ratusan juta rupiah dilaporkan raib tanpa bekas, sehingga memicu tekanan ekonomi yang luar biasa dalam kehidupan rumah tangganya.

Tekanan finansial yang menumpuk tersebut secara drastis mengubah perilaku harian DJS hingga mengidap gangguan kecemasan akut dan mudah tersulut emosi negatif. Kondisi psikologis yang tidak stabil ini mencapai puncaknya pada malam kejadian. Di bawah pengaruh depresi berat, pelaku nekat melakukan kekerasan fisik berupa pembekapan dan pencekikan pada saluran pernapasan kedua anak kandungnya secara bergantian di atas kasur.

Baca juga: Video Viral Biksu Thailand dan Mantan Kepala Biara di Wat Phutthaisawan, Nekad Berbuat Tak Senonoh Sampai Korupsi Donasi Kuil

Jeritan histeris dari para korban sempat terekam secara samar oleh kamera pengawas (CCTV) koridor luar penginapan sebelum akhirnya kedua balita tersebut dipastikan meninggal dunia akibat kehabisan oksigen. Setelah memastikan kedua anaknya tidak bernyawa, pelaku DJS kemudian mengambil tali nilon dan memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di langit-langit kamar.

Pihak kepolisian juga telah melakukan komunikasi intensif dengan istri pelaku yang saat insiden terjadi sedang berada di luar pulau untuk urusan dinas keluarga.

Sang istri mengonfirmasi kebenaran bahwa suaminya kerap menunjukkan tanda-tanda kecemasan berlebih pasca-kehilangan dana investasi tersebut dan menolak untuk berkonsultasi ke psikiater. Mengingat seluruh konstruksi peristiwa dan alat bukti hukum telah terpenuhi secara jelas melalui rekaman CCTV serta tidak adanya tanda keterlibatan pihak luar (third party), pihak keluarga secara resmi menandatangani surat penolakan autopsi lanjutan dan meminta proses pemulangan jenazah ketiga korban ke negara asal dapat segera difasilitasi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST